Fri10202017

Last update03:48:09 AM

Back You are here: Home Berita Utama Gubernur Operasikan Klinik Pertanian Keliling

Berita Utama

Gubernur Operasikan Klinik Pertanian Keliling

BANDAR LAMPUNG--Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, membuat terobosan baru dengan mengoperasikan program Klinik Pertanian Keliling (KPK) bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Sejak Februari hingga akhir 2017, KPK berkeliling ke 15 kabupaten/kota beranggotakan para mahasiswa dan akademisi untuk mengatasi berbagai masalah petani dan pertanian.

Menurut Gubernur Ridho Ficardo sasaran program KPK adalah peningkatan mutu, jenis, dan jangkauan pelayanan ke petani, peternak, dan nelayan, sehingga target Lampung sebagai lumbung pangan dan energi nasional tetap bertahan dan meningkat. "Sebagai lumbung pangan nasional, Lampung mendapat tugas dari Presiden untuk mewujudkan swasembada beras. Alhamudillah produksi gabah kita bisa memenuhi target pusat.

Tentu ini membutuhkan dukungan semua pihak termasuk perguruan tinggi," kata Gubernur Ridho, melalui rilis yang diterima Haluan Lampung, kemarin. Dikatakan, Ridho, program ini untuk membantu petani, kelompok tani, dan masyarakat dalam menangani dan merespon cepat permasalahan petani di Lampung. Selain tanaman pangan, KPK juga membantu petani di bidang peternakan hingga perikanan budidaya dan tangkap.

"Semua sumber daya pertanian yang ada di Lampung baik di pemda dan perguruan tinggi dikerahkan untuk melayani petani hingga ke pelosok," ujarnya.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, program ini juga didukung Direktorat Jenderal Pendidikan Tingg Departemen Pendidikan Nasional dengan menyediakan peralatan laboratorium dan kendaraan roda empat berjenis Elf. Sedangkan untuk Tim Pelaksana KPK berasal dari Fakultas Pertanian Unila dan dinas teknis terkait pertanian.

Hingga pertengahan September 2017, KPK berlangsung di sembilan kabupaten/kota. Di Lampung Barat, KPK berlangsung 20–21 April 2017 dengan sasaran pengendalian hama dan penyakit tanaman kopi, yang diikuti para petani Pekon Suka Jaya, Kecamatan Sumber Jaya dan Kelompok Tani Argo Makmur, Pekon Pampangan, Kecamatan Sekincau. Kemudian di Cukuh Balak Tanggamus pada 28 Agustus 2017, penyuluhan budidaya dan pemasaran produk pertanian.

"Pelayanan yang diberikan sesuai informasi atau permintaan dinas atau instansi terkait di kabupaten/kota, serta permintaan petani secara langsung. Alurnya, setelah menerima informasi dari mitra konsumen, Klinik KPK membentuk tim untuk menyusun rencana kegiatan pelayanan yang mencangkup jenis layanan, tenaga ahli, bahan dan alat yang diperlukan," terangnya. (*/ron)