Fri10202017

Last update03:48:09 AM

Back You are here: Home Berita Utama Warga: Terima Kasih Pak Wali!

Berita Utama

Warga: Terima Kasih Pak Wali!

BANDAR LAMPUNG- Usai dapat kabar berita soal ambrolnya talud di Jalan Bumi Arta, Gg. Hi. Makmun, Kelurahan Waykandis, Tanjungseneng, Bandar Lampung, Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN, meluncur ke lokasi, Rabu (11/10).

Kedatangan orang nomor satu di Bandar Lampung itu demi memastikan Dinas PU setempat sudah menangani di lapangan.
“Ada 20 meter lebih turun, bukan ambrol. Kini sudah mulai dibenahi. Semoga tak ada masalah lagi ke depannya,” ujar ia saat melihat perbaikan talud oleh SDA Dinas PU setempat.

Sementara, Hamdani, warga yang rumahnya berdekatan dengan talud berterima kasih kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung, khususnya kepada Wali Kota Herman HN, yang langsung memperbaiki talud.

"Warga di sini merasa senang karena laporan warga langsung direspon Wali kota, bahkan beliau sendiri turun ke lapangan, saya salut saja sama pak Herman HN," kata Hamdani, kepada Haluan Lampung. Sempat juga dirinya mendengar bila jalan menuju talud yang masih bertanah itu akan diaspal juga Wali Kota Herman HN.

"Saya dengar tadi pak wali sempat bilang kepada bawahannya, kalau jalan tanah ini tidak bermasalah supaya diaspal saja, tambah senang saja saya dengarnya," ujar Hamdani, sambil tersenyum.

Menurut Hamdani, baru Wali Kota Herman HN inilah yang perduli dengan masyarakatnya melalui banyaknya pembangunan di pelosok-pelosok, perduli dengan pendidikan kalangan bawah serta kesehatan.

"Para wali kota-walikota Bandar Lampung sebelumnya tak seperti pak Herman ini yang selalu membangun, peduli pendidikan serta kesehatan masyarakatnya," imbuhnya. Sebelumnya diberitakan, talud yang berada di titik Jalan Bumi Arta, Gang Hi. Makmun, kelurahan Waykandis, kecamatan Tanjungseneng ambrol sejak beberapa bulan lalu.

Namun demikian hingga saat ini kerusakan tersebut belum juga diperbaiki. Akibatnya warga sekitar merasa khawatir dan takut jika sewaktu-waktu wilayah di sekitar talud longsor dan banjir. Adapun talud yang longsor memiliki tinggi sekitar 3 meter dengan panjang kurang lebih 15 meter dan berada di pinggir aliran kali Tanjungseneng.

"Itu taludnya sudah pecah dan turun hingga 1 meter. Pondasinya memang kurang dalam, sehingga tidak kuat. Jadi kalau aliran sungai deras, talud ambrol, dan berpotensi rumah saya akan rubuh akibat longsor," kata Hamdani warga setempat yang rumahnya berdiri dekat pinggiran talud tersebut, Selasa (10/10). (ron/win)