Fri10202017

Last update03:48:09 AM

Back You are here: Home Berita Utama Jatah Bedah Rumah Naik

Berita Utama

Jatah Bedah Rumah Naik

BANDAR LAMPUNG- Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo, berhasil meyakinkan pusat untuk menambah jatah bedah rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) jadi 5.000 unit tahun 2018.  Tahun ini, Provinsi Lampung dapat jatah 3.000 unit dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).


Kepercayaan pusat itu, menurut Gubernur Ridho, karena pusat via Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR), menilai Lampung mampu mengerjakan proyek tersebut tepat sasaran dan tepat waktu.


"Tak semua provinsi dapat kenaikan. Alhamdulillah, tahun depan kita dapat tambahan 2.000 rumah sehingga makin banyak warga yang rumahnya dapat diperbaiki," kata Gubernur Ridho, Selasa (10/10). Penambahan jatah 40% itu, membuat program BSPS semula delapan kabupaten dikembangkan ke-14 kabupaten/kota, kecuali Metro.

Demikian halnya dana digelontorkan semula Rp42,8 miliar jadi Rp75 miliar. Penentuan penerima bantuan, kata ia, tetap mengacu basis data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Lembaga ini dibentuk menangani dan berkoordinasi menanggulangi dan mengentas kemiskinan. Program ini diluncurkan Ridho di GOR Mini, Pringsewu, 17 Mei 2017.

"Mulai Nopvember ini Tim Fasilitator memverifikasi calon penerima. Saya berharap agar verifikasi secara baik dan tepat. Ini agar penerima benar-benar sesuai data basis. Bagi yang belum dapat mohon bersabar, karena pemprov masih usahakan menambah," katanya.


Terkait progres BSPS 2017, menurut Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pengelolaan Sumber Daya Air, Edarwan, mencapai 90% dan ditargetkan akhir November semua rampung. Bahkan, kata ia, ada tiga kabupaten selesai 100% yakni Lampung Utara sebanyak 513 unit rumah, Mesuji 504 unit, dan Pringsewu sebanyak 397 unit.


Sisanya, masih dalam tahap penyelesaian yakni di Lampung Selatan sebanyak 280 unit, Pesawaran (464 unit), Tulangbawang Barat (409 unit), Way Kanan (219 unit), dan Pesisir Barat sebanyak 214 unit.  Bantuan dibagi tiga, yakni peningkatan kualitas rumah rusak ringan Rp7,5 juta, peningkatan rumah rusak sedang Rp10 juta, dan peningkatan rumah rusak berat Rp15 juta.


Edarwan mengingatkan sasaran program BSPS adalah masyarakat yang terdata di TNP2K dan lolos verifikasi. Sasarannya, warga tergolong MBR yang penghasilannya tak cukup perbaiki rumah. Jadi, tetap harus ada kemampuan swadaya calon penerima. Minimal tenaga kerja, karena dana yang diberikan beli material bangunan. Tak ada biaya tenaga kerja," katanya.


Seluruh dana nantinya tetap disatukan melalui Bank Lampung. Penggunaanya akan diawasi secara ketat fasilitator. Saat ini, ada 60 fasilitator dan 8 koordinator terlibat mengawasi program bedah rumah ini. (rls/win)