Fri10202017

Last update03:48:09 AM

Back You are here: Home Berita Utama Dugaan Proyek Bermasalah Sekretaris Disbunnak: Saya Tak Tahu

Berita Utama

Dugaan Proyek Bermasalah Sekretaris Disbunnak: Saya Tak Tahu

BANDAR LAMPUNG- Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Lampung, Ir. Jabuk, mengaku tak tahu bila pekerjaan di dinasnya bermasalah.


Jabuk mengatakan, dirinya tak berkompten menjawab dalam masalah yang dimuat media terkait proyek Pembuatan Pagar Keliling yang berlokasi di UPTD BPTB Campang Tiga, Kecamatan Ketibung, Kabupaten lampung Selatan pada tahun 2015.


"Sebab saat itu bukan saya yang menjabat dan saya baru saja masuk dari cuti ibadah haji, coba saja tanyakan dengan orang yang lebih berkompeten," kata Jabuk saat dimintai tanggapannya.
Selain itu, Jabuk pun menyampaikan setiap pekerjaan pasti ada salahnya.


"Karena manusia memang tempatnya berbuat salah. Bila pekerjaan itu bermasalah seharusnya sudah dipanggil oleh pihak inspektorat. kan tiap tahun semua pekerjaan yang ada di audit," tuturnya Haluan Lampung di ruang kerjanya (10/10) kemarin.


Sementara staf yang berada di ruang Subbag Umum dan Kepegawaian yang namanya tak ingin dicantumkan menyampaikan bahwa pekerjaan itu berada dibawah wewenang Dinas Peternakan saat itu sebelum bergabung seperti sekarang.


"Pekerjaan itu terjadi pada tahun 2015, bisa jadi sebelum dinas perkebunan dan peternakan menyatu seperti sekarang," kata staf di ruang itu.
Sementara diberitakan sebelumnya, disinyalir adanya penyimpangan dalam proyek Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Lampung yang menggunakan APBD Tahun 2015 Haluan Lampung Proyek Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbuntak) Provinsi Lampung tahun 2015 disinyalir terjadi penyimpangan, pekerjaan, Proyek yang disinyalir terjadi penyimpangan yang dimaksud adalah pekerjaan Pembuatan Pagar Keliling yang berlokasi di UPTD BPTB Campang Tiga, Kecamatan Ketibung, Kabupaten Lampung Selatan dengan nilai pagu Rp550.000.000, yang menggunakan Anggaran APBD tahun 2015.


Diduga penyimpangan ini terjadi mulai dari pelaksanaan tender yang telah dikondisikan, pelelangan yang hanya diikuti oleh dua perusahaan CV. Damay Jaya dan CV. Jagadhita Raya yang dimenang Lelangnya oleh CV. Jagadhita Raya dengan nilai penawaran mendekati pagu, nilai kontrak Rp548.900.000. diduga ada kongkalikong pihak rekanan dengan panitia unit layanan pengadaan (ULP).


Sementara pelaksanaan pekerjaan dilapangan disinyalir banyak item pekerjaan yang tidak dilaksanakan serta tidak sesuai Rab, seperti yang dikatakan Sunyoto salah satu pengurus kandang yang menjelaskan kepada wartawan, bahwa proyek tahun 2015 itu yang hanya dikerjakan pembangunan pagar sebagian yang roboh kena banjir dan pembangunan gapura jalan masuk kelokasi saja, tidak ada pembangunan lainnya.


Hasil pantauan Haluan Lampung, pekerjaan di lapangan gapura dan pembangunan pagar yang hanya dikerjakan beberapa meter saja, keadaan pagar kawat juga sudah banyak yang putus dan hilang, pagar kandang sapi juga telah rusak parah bahkan menggunakan bambu. Sampai berita ini diturunkan, pihak Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Lampung belum bisa dimintai keterangan. (Heng)