Mon11202017

Last update07:08:51 AM

Back You are here: Home Berita Utama Angka Pengangguran di Lampung Turun

Berita Utama

Angka Pengangguran di Lampung Turun

BANDAR LAMPUNG- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dengan kerja kerasnya memberdayakan Balai Latihan Kerja (BLK), industri, dan ekonomi kreatif cukup berhasil mengurangi angka pengangguran di Provinsi Lampung.


Hal itu dibuktikan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung yang menyebutkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Lampung menurun dari 4,43 persen pada Februari 2017 jadi 4,33 persen pada Agustus 2017. Bila dibandingkan dengan Agustus 2016 (4,62 persen), angka pengangguran turun 0,29 poin.


Dan secara absolut jumlah pencari kerja (pengangguran terbuka) menurun 14,1 ribu orang atau berkurang 7,40 persen selama setahun terakhir.
Menurut Kepala BPS Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum, daerah perkotaan masih jadi kantong pengangguran. Ini ditunjukan dengan tingkat pengangguran terbuka sebanayak 78,9 ribu orang atau 6,84 persen dibanding perdesaan yang mencapai 97,3 ribu orang atau 3,33 persen.


Sementara itu, kata Yeane, dalam kurun waktu setahun terakhir sektor pertanian masih mendominasi lapangan pekerjaan utama penduduk yakni sekitar 45,94 persen dari seluruh penduduk yang bekerja.


"Sehingga pertanian menjadi sektor yang paling banyak mengalami pengurangan tenaga kerja hingga 107,8 ribu pekerja," jelas Yeane, saat konferensi pers, di ruang vicon BPS setempat, Senin (6/11). Peningkatan jumlah tenaga kerja juga dialami pada sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi yang bertambah sebanyak 55,2 ribu pekerja. Diikuti sektor konstruksi bertambah 23,3 ribu pekerja.


Dia mengatakan, status pekerjaan sebagian besar penduduk bekerja di Provinsi Lampung adalah berusaha dibantu buruh tidak tetap dan buruh/karyawan/pegawai yang mana masing-masing sebanyak 763,3 ribu orang dan 1.044,5 ribu orang. "Dari status pekerjaan ini diperkirakan pekerja formal di Lampung sebesar 29,71 persen, sedangkan pekerja informal 70,29 persen," terangnya. (rik/win)