Mon11202017

Last update07:08:51 AM

Back You are here: Home Berita Utama Arogan, Wartawan Laporkan Anggota DPRD ke BK

Berita Utama

Arogan, Wartawan Laporkan Anggota DPRD ke BK

BANDAR LAMPUNG- Arogansi oknum politisi Golkar, Yuhadi, terhadap wartawan berbuntut panjang. Para wartawan melaporkannya ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bandar Lampung, Senin (6/11). Ketua BK DPRD Kota Bandar Lampung, Agusman Arief, menerima laporan tersebut.


Ketua BK DPRD Bandar Lampung, Agusman Arief mengatakan, pihaknya akan mempertemukan kedua pihak baik wartawan maupun Yuhadi sebagai terlapor di forum resmi. Ini guna mencari titik temu untuk menyelesaikan masalah.


“Secara resmi laporan ini telah kami terima. Jika ada disharmonisasi, disnya kita hilangkan jadi harmonis. Bila ada miskomunikasi, misnya kita hilangkan jadi komunikasi,” kata Agusman Arief, Senin (6/11). Legislator Partai Demokrat ini mengatakan, tak ingin polemik itu berkepanjangan, apalagi sampai merusak citra DPRD. “Kita ingin masalah ini selesai, lembaga ini jangan sampai citranya tak baik. Kita tak ingin karena nilai setitik rusak susu sebelangga,” tegasnya.


Koran ini sebelumnya memberitakan, Rabu (1/11), Komisi III DPRD Bandar Lampung mendatangi lokasi pembangunan proyek flyover Mal Boemi Kedaton di Jalan Teuku Umar –Zainal Abidi Pagar Alam. Kehadiran anggota Komisi III, guna menindaklanjuti temuan keretakan konstruksi dinding beton flyover MBK.


Sayangnya dalam sidak yang dihadiri Ketua Komisi III Wahyu Lesmono Sekretrais Achmad Riza, anggota Dedi Yuginta, Wiwik Anggraini, dan pejabat dinas PU Kota sempat terjadi ketegangan. Pasalnya, Yuhadi salah satu anggota komisi III berang kepada wartawan.


Kemarahan Yuhadi lantaran pernyataan yang dimuat di beberapa media cetak dan online terkait kata-kata “besi banci” (besi non-SNI) pada pembangunan proyek flyover MBK. Dia mengaku tak pernah melontarkan pernyataan penggunaan besi banci pada proyek flyover MBK.


“Mahal jengkol gua ini. Satu miliar lebih gua keluar duit, jadi dewan ini. Berantem juga gua ini mau. Gua juga preman,” ujar Yuhadi sambil menyebut salah satu nama wartawan yang hadir di lokasi sidak.
Dia meminta sebelum memberitakan, wartawan memahami konteks dan pengetahuan mengenai konstruksi, sehingga apa yang ditulis, dan diangkat di pemberitaan tak membuatnya malu.


“Namanya besi ukuran 13 ke atas tak ada besi banci (non-SNI), kalau ukuran 13 ke bawah itu ada. Gini-gini gua mantan kontraktor, malu gua sebagai anggota dewan, kalau komentar besi banci. Mana ada flyover pakai besi banci,” ucapnya. (ron/win)