Mon11202017

Last update07:08:51 AM

Back You are here: Home Berita Utama Lampung Langka Benih Jagung

Berita Utama

Lampung Langka Benih Jagung

BANDAR LAMPUNG- Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung tak bisa memungkiri akan kelangkaan benih jagung di setiap produsen. Akibatnya, para petani harus merogoh kocek cukup untuk mendapatkan benih tersebut.

Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan, Herlin Retnowati, kepada Haluan Lampung, di ruang kerjanya, Selasa (7/11), kelangkaan itu akibat kurangnya antisipasi persediaan stok benih jagung di produsen. Ini saat menyadari tingginya aktivitas tanam jagung musim sebelumnya.

"Memang tak ada barang, tak diperkirakan produsen kalau tahun ini booming tanam jagung. Artinya, benih-benih itu habis ketika musim sebelumnya. Saat cuaca baik para petani terus menerus menanam, sehingga musim ini habis stok. Seperti Lampung saja butuh banyak benih jagung. Tahun lalu luas tanam jagung sekitar 300 ribu hektare, kini tahun ini bisa 500 ribu hektare lebih. Jadi tak terprediksi," tuturnya.


Dia mengatakan, sulitnya dapat benih jagung membuat para kios dengan mudah memainkan harga. Biasanya harga per kemas isi 5 kilogram hanya kisaran Rp330 ribu, kini melonjak Rp510 ribu. Padahal dia memprediksi kenaikan harga hanya 11 - 15 persen.


Menyikapi kondisi ini, pihaknya telah melaporkan kepada Ditjen Tanaman Pangan meminta penanganan serius. Namun Ditjen juga kembali berpendapat yang sama. Karena kelangkaan benih jagung tak hanya Lampung, juga provinsi lainnya yang begitu membutuhkan, seperti Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.


"Rata-rata mereka baru siap menanam akhir November ini. Saya tanya ke beberapa produsen juga stoknya menipis. Setiap benih yang masuk ke Lampung cepat habis, jadi rebutan, ini dirasakan secara nasional," ucapnya.

Produksi Diprediksi 2,3 Juta Ton Herlin optimis, tahun 2017 terjadi peningkatan jumlah produksi jagung 2,3 juta ton atau naik 36 persen dari dua tahun terakhir yang tren-nya menurun. "Bila kita lihat perkembangan sampai saat ini, kenaikan jumlah produksi itu tak akan meleset, bisa naik 36 persen. Kalau meleset hanya 1 - 2 persen, yang pasti di atas 30 persen," ucapnya.


Ia menjelaskan, pengembangan jagung melalui dua upaya, yakni peningkatan Indeks Pertanaman dan perluasan area tanam baru. Untuk pengembangan jagung di Lampung memiliki lahan cukup intensif sebagai indeks pertanaman, menjadikan jumlah masa tanam kian bertambah. Biasa setahun hanya bisa 2 kali masa tanam, kini bisa sampai 3 kali.


Sementara kontribusi Lampung terhadap nasional menduduki peringkat keempat setelah Sulawesi Utara. Untuk meningkatkan produksi jagung, pihaknya akan meningkatkan potensi lahan seluas 240 ribu hektare dari fasilitas bantuan dana APBN 2018. (rik)