1508486812 1508484980 1508483146 1508481318 1508479469 1508477657 1508475824 1508474013 1508471526 1508469967 1508468155 1508466604 1508465081 1508463572 1508461758 1508460203 1508458345 1508456823 1508454988 1508453471 1508451959 1508450454 1508448906 1508447366 1508445857 1508444049 1508442243 1508440733 1508438925 1508437418 1508435908 1508434398 1508432582 1508431071 1508427834 1508426021 1508424208 1508422703 1508420867 1508418995 1508417489 1508415983 1508414166 1508412356 1508410844 1508409024 1508407155 1508405305 1508403491 1508401936 1508400097 1508398277 1508396771 1508395254 1508393435 1508391621 1508389728 1508387870 1508384405 1508382596 1508381088 1508379581 1508378075 1508376268 1508374460 1508372650 1508370792 1508368956 1508367144 1508365634 1508364111 1508362305 1508360799 1508358993 1508357185 1508306662 Pesawaran

Wed10182017

Last update03:48:09 AM

Back You are here: Home Daerah Pesawaran

Pesawaran

DTP Lampung Awasi Bantuan Benih Kedelai

WAY LIMA- Kepala Dinas Tanaman Pangan (DTP) Provinsi Lampung, Edy Yanto menjelaskan, dalam menyukseskan swasembada pangan, pemerintah melalui APBN 2017 menggelontorkan bantuan uang kepada para kelompok tani membeli benih kedelai.


Dia mengatakan, seluruh kebutuhan di alamatkan langsung kepada rekening kelompok tani yang telah siap lahan untuk ditanami kedelai.
"Untuk Lampung, targetnya 50 ribu hektare. Saat ini susah tersedia 30 hektare yang tersebar di kabupaten, di antaranya Pesawaran, Lampung Selatan dan Pringsewu," jelasnya Selasa (3/10) di Desa Kota Dalom, Kecamatan Waylima, Kabupaten Pesawaran.


Untuk pembelian benih semua melalui rekening APBN 2017, provinsi hanya mengawasi saja, karena yang memiliki wilayah kerja kelompok hanya ada di kabupaten. Terpisah, KUPT Pertanian Kecamatan Waylima Ratna, mengatakan kelompok tani yang mendapat bantuan sebanyak 46 kelompok tani yang tersebar di seluruh desa.


"Pembagiannya, setiap hektare kelompok tani dapat bantuan 80 kg benih kedelai, meski demikian bantuan uang itu langsung ke rekening kelompok tani," ujar Ratna. Saat ini, lanjut dia, lahan petani dimanfaatkan untuk dapatkan penghasilan tambahan dan ini untuk musim tanam Oktober dan November. ini karena sesuai umur kedelai yang tak terlalu lama panen.


"Dengan panen tak butuh waktu lama, para petani bisa panen kedelai lebih cepat, dan potensi penghasilan tambahan petani meningkat," jelas dia. (ton/mus/win)

Anak Nikah Siri Bisa Miliki Akta

WAY KHILAU- Setiap anak Indonesia berhak dapatkan hak identitas dan administrasi kependudukan (adminduk), meski anak itu hasil pernikahan siri. Begitu dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pesawaran, Ketut Partayasa, saat sosialisasi pembuatan akta lahir kepada kepala sekolah se-Kecamatan Way Khilau di KUPT Way Khilau, Kamis (28/9).


"Warga yang nikah siri dan tak ada surat nikah bisa buatkan anaknya akta lahir, tinggal buat surat pertanggungjawaban mutlak (SPTJM) bermaterai dari orang tuanya. Ditambah surat pengantar dari kantor desa setempat," ucap Ketut. Dia menjelaskan, selama ini banyak warga belum tahu membuat akta lahir terhadap anak hasil dari pernikahan siri karena tak bisa mencantumkan nama ayah kandungnya. Ini meski pernikahan itu sah secara agama.


"Banyak warga takut buat akta lahir anak kalau nikah siri. Padaahal saat ini adminduk akta lahir anak amat penting. Saat ini, sudah bisa dibuatkan dengan cantumkan syarat ditentukan," jelasnya. Pembuatan akta lahir ini, kata ia, juga program nasional menertibkan adminduk. Karena pihaknya menargetkan 90% anak di Pesawaran miliki akte lahir Desember, di atas target nasional 85%.

"Rencananya Desember sosialisasikan ke sekolah melalui KUPT Pendidikan setiap kecamatan," ucap dia lagi. (ton/mus/win)

Pemilik Kantin Keluhkan Bayar Sewa

GEDONG TATAAN- Para pemilik kantin keberatan dengan aturan bayar uang sewa di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran. Selama ini bangunan kantin itu di atas lahan pemerintah. Tatang, pemilik kantin di kantor Badan Kepegawaian Daerah Sumber Daya Manusia Pemkab setempat menuturkan, dirinya keberatan bayar uang sewa lahan atas kantin di kantor tersebut.

Menurutnya, ia merasa kesulitan bayar uang sewa Rp2.000 per meter setiap bulan. "Bila penghasilan kantin besar, saya tak masalah. Ini kami harus bayar pajak penghasilan dan bayar sewa lahan setiap bulan. Kami mau dapat apa, pak. Masa untung kami cuma bayar pajak dan sewa saja," ujarnya kepada Haluan Lampung di kantinnya, Kamis (28/9).

Tatang membuka kantin itu sudah dapatkan izin dari kantor badan setempat. Bahkan, badan setempat minta ia tinggal di kantin tersebut dan membantu menjaga kantor.  "Waktu itu Kepala BKD, Saiful Cikmat, nyuruh saya buat kantin. Bahkan, saya juga dibuatkan surat izinnya. Sampai kini ada kok izin itu masih saya simpan," terangnya.

Dia dan para pemilik kantin meminta agar pemkab Pesawran melalui instansi meringan biaya. Karena, katanya, para pemilik kantin sudah menghadap Bagian Umum Setdakab Pesawaran, yang menangani masalah ini, namun tak ada solusi. Terpisah, Kepala Bagian Umum Setdakab Pesawaran, Vanni, tak menjawab saat dihubungi koran ini via telepon selulernya terkait hal itu.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pesawaran, Wildan, menjelaskan, sewa lahan kantin dan warung makan di komplek kantor pemkab setempat itu sesuai dengan Perda No.3 tahun 2017 Tentang Retribusi Kekayaan Daerah. Dia menuturkan, saat ini semua gedung dan aula milik Pemkab setempat disewakan. Dan hasilnya masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Menurut perda itu, kini aset kekayaan daerah ada sewanya. Termasuk aula-aula di Pemkab Pesawaran. Kalau ada yang memakai harus ada sewanya. Hasilnya masuk PAD Pemkab Pesawaran," jelasnya.  Saat ditanya terkait Bagian Umum Setdakab Pesawaran, Wildan, dia menerangkan, bagian umum sebagai pelaksana mengukur tanahnya saja. Sedangkan pembayarannya, tetap di Bapenda," ucapnya. (ton/mus)

Desa Cilimus dan Gebang Jadi Lokasi Visitasi

GEDONGTATAAN - Desa Cilimus dan Desa Gebang Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran dipilih sebagai lokasi kegiatan Visitasi Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan I BPSDMD Sumatera Selatan Tahun 2017. "Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran, saya ucapkan terima kasih kepada pimpinan rombongan yang telah memilih Kabupaten Pesawaran sebagai tempat untuk VKN," kata Sekdakab Pesawaran Kesuma Dewangsa saat memberikan sambutan kepada rombongan VKN dari Sumatera Selatan, di Aula Kantor pemkab setempat, Kamis (7/9).

Read more...

Bupati Harapkan Pelebaran Jalan Sesuai Target

GEDONGTATAAN - Tinjau langsung pelebaran jalan depan gapura komplek perkantoran Pemkab setempat, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, harapkan pembangunannya sesuai target. "Iya kita sesuai dengan rencana awal, karena dalam pengerjaan pelebaran ini sudah tidak ada kendala, jadi tidak ada alasan lagi untuk terlambat dalam pengerjaan, dan dapat selesai di tahun ini," jelasnya, Senin (4/9).

Read more...