1508487139 1508485309 1508483798 1508481938 1508480088 1508478227 1508476370 1508474559 1508471544 1508470037 1508468528 1508467023 1508465202 1508463392 1508461537 1508459723 1508458216 1508456662 1508454841 1508453330 1508451803 1508449993 1508448179 1508446673 1508444865 1508443356 1508441546 1508439737 1508437921 1508436415 1508434604 1508432795 1508430981 1508427490 1508425682 1508423870 1508422059 1508420500 1508418688 1508416865 1508415358 1508413503 1508411695 1508409887 1508408077 1508406539 1508405029 1508403203 1508401694 1508399791 1508398285 1508396442 1508394586 1508393019 1508391160 1508389305 1508387796 1508384163 1508382268 1508380455 1508378611 1508376739 1508375233 1508373722 1508372196 1508370688 1508368757 1508367221 1508365699 1508364184 1508362371 1508360504 1508359000 1508357190 1508356826 Regional

Wed10182017

Last update03:48:09 AM

Back You are here: Home REGIONAL

Regional

Pasutri Diserang Beruang, Istri Tewas

PEKANBARU - Serangan hewan buas sepertinya terjadi lagi di Riau. Pasangan suami-istri di Kabupaten Kampar diduga diserang beruang. Sang istri tewas penuh luka. Peristiwa nahas ini terjadi di Desa Teluk Paman, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau. Kepala Desa Teluk Paman Rinno Candra (30) mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Selasa (3/10/2017).

Rinno menjelaskan korbannya adalah Saruli (60) dan istrinya, Bunai (45). Keduanya diketahui sedang menyadap karet diladangnya. Diduga keduanya diserang beruang sekitar pukul 10.00 WIB. "Ketika menyadap karet, diduga diserang beruang. Terus korban menjerit minta tolong. Warga pun berdatangan ke lokasi," kata Rinno.

Masih menurut Rinno, setelah warga tiba di lokasi, tubuh keduanya sudah tergeletak di semak-semak dan kondisinya sangat mengenaskan. Wajah korban terlihat terkoyak-koyak. "Keduanya langsung dibawa warga ke puskesmas. Dalam peristiwa ini istrinya meninggal dunia," kata Rinno.

Adapun sang suami, kata Rinno, dalam keadaan kritis. "Karena kondisinya kritis, pihak puskemas menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Pekanbaru," kata Rinno. Masih menurut Rinno, sore ini jasad Bunai baru keluar dari puskesmas untuk dibawa ke rumah duka. "Ini saya lagi mau bawa jasad korban ke rumahnya. Sedangkan warga lainnya membawa suaminya ke Pekanbaru," kata Rinno. (dtc)

Menhub Tinjau Jalur Kereta Api Rangkasbitung

RANGKASBITUNG - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau jalur kereta api (KA) Rangkasbitung, Provinsi Banten. yang akan dilintasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dijadwalkan berangkat dari Stasiun Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/10).

Budi bergerak dari Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (3/10) pukul 13.00 dan tiba pukul 15.00 di Stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Budi bersama Direktur PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro memeriksa kesiapan, baik jalur maupun fasilitas yang berada di stasiun. "Bapak Presiden akan ke Rangkasbitung menggunakan KA dari Bogor, direncanakan berangkat pukul 07.00 pagi dan menempuh waktu antara tiga hingga 3,5 jam," katanya, seperti dilansir Antaranews.com.

Dia mengatakan Stasiun KA Rangkasbitung merupakan salah satu stasiun peralihan kereta-kereta dari arah Barat menuju Jakarta, jadi perannya sangat penting. "Nanti kita jadikan ini tempat peralihan kereta, bisa dengan menggunakan kereta rel listrik," katanya.

Dia mengimbau kecintaan Presiden Jokowi terhadap moda transportasi kereta api perlu ditiru oleh masyarakat. "Saya sangat senang karena Presiden membuktikan kecintaannya terhadap kereta, bahwasanya menggunakan kereta sebagai angkutan perkotaan itu suatu yang baik sekali. Apalagi, kereta sudah lebih dari 1,040 juta penumpang sehari. Kalau kita tingkatkan segala macamnya bisa menjadi dua hingga tiga juta penumpang," demikian Budi Karya Sumadi.

Sementara itu, Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan pihaknya tengah membenahi tuang tunggu, area parkir dan akan menambah peron. "Besok kalau Presiden datang, pengembangan stasiun ini harus segera dilakukan, ruang tunggu harus diperluas dan diperbaiki, serta tempat parkir dibereskan," katanya.

Saat ini peron belum memadai untuk rangkaian 12 kereta, namun ia mengatakan akan segera dilakukan pembangunan. "Termasuk kalau sudah stamformasi 12 kereta. Kalau belum, kita tambah, tapi itu cepat," katanya.(ant)

 

Gempa 5,3 Skala Richter Guncang Pulau Morotai

MALUKU UTARA-Gempa berkekuatan 5,3 skala richter mengguncang Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut) pada pukul 08.15 WIT dengan lokasi 3.80 lintang utara 128.57 bujur timur 160 km timur laut dengan kedalaman 42 km di kabupaten itu.

Kepala Stasiun Geofisika Ternate, Kustoro Hariyatmoko mengatakan, gempa bumi yang terjadi pada Minggu (1/10) Pagi itu tidak berpotensi terjadinya tsunami. Gempa yang terjadi itu mengakibatkan sejumlah warga Pulau Morotai panik, bahkan ada yang keluar rumah karena khawatir guncangan yang terjadi itu.

Akan tetapi, hingga kini belum ada laporan dari Pemkab setempat mengenai kerusakan atau korban akibat gempa berkekuatan 5,3 skala richter tersebut. Dia mengatakan, dalam tiga hari terakhir, gempa bumi mengguncang sejumlah kabupaten/kota di Ternate seperti Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Kota Ternate, Halmahera Timur dan Pulau Morotai.

Menurut Kustoro, pada 30 September kemarin, tepatnya 19.30 wit terjadi gempa di Kabupaten Halmahera Timur dengan lokasi 80 lintang utara 128.78 BT 63 km timur laut Halmahera Timur dengan kedalaman 10 km.

Selain itu, gempa yang terjadi sejak siang tadi ada sekitar 330 kali, tapi yang kita analisa 50 lebih karena sensor kita kurang rapat, kita hanya gunakan sensor yang di Galela, Labuha, dan Ternate.

Sedangkan, untuk magnitudo gempa bumi yang tercatat menunjukkan peningkatan dari pagi hingga sore tadi, karena gempa bumi yang terjadi ini, ada kemiripan dengan gempa bumi yang terjadi di Halmahera Barat tahun 2015 lalu.

Sebelumnya, gempa bumi 4,7 Skala Richter melanda Kabupaten Halmahera Barat pada Kamis lalu, mengakibatkan delapan rumah warga Desa Guaria Kecamatan Jailolo mengalami kerusakan ringan dan sedang serta mengakibatkan dua warga mengalami luka akibat gempa itu.

Akibat gempa ini, sekolah diliburkan hingga batas waktu yang belum diberitahukan karena dilihat dari situasi gempa berakhir tidak memungkinkan para siswa bersekolah. (mdk)

Jokowi Minta Film G30S PKI Dibuat Ulang Putri Jenderal Nasution: Saya Pribadi Tak Setuju

JAKARTA - Putri sulung Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, Hendrianti Sahara Nasution tidak sepakat dengan wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berencana membuat film G30S PKI versi generasi milineal guna menyampaikan sejarah perjalanan bangsa.

Yanti mempertanyakan adegan mana yang dianggap kurang tepat sehingga harus dibuat versi baru. Sebagai saksi sejarah, pada saat itu Yanti berumur 13 tahun menyaksikan secara langsung penyergapan ayahanadanya oleh Cakrabirawa di rumahnya di Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat.

"Kalau saya secara pribadi tidak setuju, karena saya sudah tahu bagaiaman film ini dibuat. Kalau ada kontroversi harus ada orang yang melihat di mana kontroversi itu, tapi kita lihat kejadian itu adalah yang sebenarnya," kata Yanti di Museum Jenderal AH Nasution, Jakarta Pusat, Sabtu (30/9).

Yanti mengatakan, sebaiknya Jokowi berpikir ulang tentang wacana pembuatan film G30S/PKI versi baru. Film yang disutradarai Arifin C. Noer itu sudah tepat sesuai dengan fakta sejarah sehingga dipersilahkan ditonton oleh generasi muda untuk belajar sejarah.

"Kan kita tidak punya kewenangan apa-apa, tapi saya rasa tolonglah memikirkan sekali lagi, kepentingannya apa dan harus bagaiamana yang harus di lakukan," pungkasnya.

Sekedar informasi, Yanti salah satu saksi hidup dalam peristiwa gerakan penumpasan tujuh jendera yang dilakukan oleh pasukan Cakrabirawa dibawah pengaruh PKI, pimpinan DN Aidit atas tuduhan merencanakan gerakan kudeta kepada Presiden Soekarno.

Tujuh jenderal yang didasar PKI itu yakni Jenderal Besar AH Nasution, Jenderal Ahmad Yani, Letjen R Soepomo, Mayjen MT Haryono, Mayjen Soetojo Siswomiharjo dan Letjen S Parman. Dalam peristiwa 30 September 1965 itu, Nasution adalah satu-satunya jenderal yang lolos dari maut. (okz)

Sulawesi Menjadi Daerah Pembangunan PLTB Pertama di Indonesia

SULAWESI SELATAN - Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pertama di Indonesia akan dibangun di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Kabupaten dengan luas wilayah 2.506,19 km2 tersebut digadang-gadang akan menjadi lumbung listrik nasional.

Bupati Sidrap, Rusdi Masse menegaskan, dengan memiliki PLTB yang menghasil listrik sebanyak 75 Mega Watt, daerahnya siap menjadi lumbung listrik. Hal itu dia sampaikan di hadapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan yang sedang melakukan peninjauan.

"Dengan adanya PLTB ini, Sidrap akan menjadi lumbung listrik Indonesia," kata Rusdi, Jumat (30/9).

PLTB Sidrap ini dikerjakan oleh perusahaan asal Amerika Serikat, PT UPC Renewables Asia 1 dan Binatek Energi Terbarukan. PT UPC menggelontorkan dana sebesar USD 150.000 atau setara dengan Rp 1,5 triliun. Secara bertahap, PLTB Sidrap akan memiliki 30 kincir atau turbin raksasa.

"Kami di Pemkab Sidrap tidak pernah mempersulit investor. Tidak ada hambatan yang investor dapatkan di Sidrap mulai dari pembebasan lahan, hingga hal lainnya. Semuanya tak ada masalah," ujar Rusdi. Pembangunan saat ini masih dalam tahap I. Namun semua pihak optimis bisa segera melanjutkan tahap II dalam waktu dekat.

Saat ini, sebanyak 30 titik pondasi sudah digali di lahan seluas 1.000.000 m2. "Bulan lalu saya telah sepakat dengan investor untuk melanjutkan tahap II," Kata Rusdi. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Jonan mengungkapkan apresiasinya kepada pemkab Sidrap yang telah mendukung proyek tersebut.

"Kami mengapresiasi Pemkab Sidrap, khususnya Pak Bupati. Berkat dukungannya proyek ini bisa berjalan lancar," kata Jonan. Jonan mengungkapkan, saat ini baru segelintir negara di Asia yang mempunyai PLTB. "Mungkin salah satu dari tidak banyak negara di Asia memiliki PLTB seperti di Filipina dan Jepang," pungkasnya. (mdk)

Sulawesi Jadi Daerah Pembangunan PLTB Pertama di Indonesia

SULAWESI SELATAN - Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) pertama di Indonesia akan dibangun di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Kabupaten dengan luas wilayah 2.506,19 km2 tersebut digadang-gadang akan menjadi lumbung listrik nasional.

Bupati Sidrap, Rusdi Masse menegaskan, dengan memiliki PLTB yang menghasil listrik sebanyak 75 Mega Watt, daerahnya siap menjadi lumbung listrik. Hal itu dia sampaikan di hadapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan yang sedang melakukan peninjauan.

"Dengan adanya PLTB ini, Sidrap akan menjadi lumbung listrik Indonesia," kata Rusdi, Jumat (30/9).

PLTB Sidrap ini dikerjakan oleh perusahaan asal Amerika Serikat, PT UPC Renewables Asia 1 dan Binatek Energi Terbarukan. PT UPC menggelontorkan dana sebesar USD 150.000 atau setara dengan Rp 1,5 triliun. Secara bertahap, PLTB Sidrap akan memiliki 30 kincir atau turbin raksasa.

"Kami di Pemkab Sidrap tidak pernah mempersulit investor. Tidak ada hambatan yang investor dapatkan di Sidrap mulai dari pembebasan lahan, hingga hal lainnya. Semuanya tak ada masalah," ujar Rusdi. Pembangunan saat ini masih dalam tahap I. Namun semua pihak optimis bisa segera melanjutkan tahap II dalam waktu dekat.

Saat ini, sebanyak 30 titik pondasi sudah digali di lahan seluas 1.000.000 m2. "Bulan lalu saya telah sepakat dengan investor untuk melanjutkan tahap II," Kata Rusdi. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Jonan mengungkapkan apresiasinya kepada pemkab Sidrap yang telah mendukung proyek tersebut.

"Kami mengapresiasi Pemkab Sidrap, khususnya Pak Bupati. Berkat dukungannya proyek ini bisa berjalan lancar," kata Jonan. Jonan mengungkapkan, saat ini baru segelintir negara di Asia yang mempunyai PLTB. "Mungkin salah satu dari tidak banyak negara di Asia memiliki PLTB seperti di Filipina dan Jepang," pungkasnya. (mdk)

Menkopolhukam Akui Ada Masalah soal Impor Senjata Brimob

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengakui, ada persoalan dalam impor senjata api untuk Korps Brimob Polri. Namun, Wiranto menegaskan, dirinya tengah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut.

"Ada masalah yang perlu kita selesaikan dengan cara musyawarah, mufakat dan koordinasi. Tugas saya sebagai Menkopolhukam atas perintah Presiden adalah mengkoordinasikan semua lembaga di bawah saya untuk sama-sama kita selesaikan," ujar Wiranto di Kompleks Museum Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Minggu (1/10), dikutip melalui kompas.com.

Wiranto enggan menjelaskan rinci apa persoalan yang dimaksud. Dia mengatakan, tidak semua persoalan di internal dapat dibawa ke ranah publik. "Ada hal-hal yang tidak perlu menjadi komoditas di publik. Publik bukan suatu tempat untuk kami jadikan diskursus untuk menyelesaikan masalah-masalah seperti ini," ujar Wiranto.

"Berikan kesempatan kepada saya untuk sama-sama dengan Panglima TNI, Kapolri, BIN dan Pindad serta siapapun yang terlibat pengadaan senjata ini, menyelesaikan ini," lanjut dia. Ketika persoalan tersebut sudah rampung, Wiranto berjanji baru akan mengungkapkannya kepada publik. Advertisment

Presiden Joko Widodo sempat dimintai tanggapannya terkait persoalan pengadaan senjata api itu. Namun, ia enggan menanggapinya. Dia mengatakan, silahkan bertanya kepada Menkopolhukam saja.

Diberitakan, sejumlah senjata api datang ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Sabtu (30/9/2017). Namun, senjata yang disebut-sebut milik Korps Brimob Polri tersebut tertahan di Gudang Kargo Unex.

Sejumlah pasukan TNI pun mendatangi kargo tersebut dalam rangka pengamanan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto membenarkan informasi yang menyebutkan bahwa senjata yang berada di Bandara Soekarno-Hatta adalah milik instansinya.

"Senjata adalah betul milik Polri dan adalah barang yang sah," ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu malam. Senjata tersebut kini masih tertunda penyalurannya ke Korps Brimob. Ia menegaskan, pengadaan senjata-senjata itu telah sesuai dengan prosedur. (kmp)