1508486347 1508484496 1508482684 1508480844 1508479328 1508477776 1508475956 1508474146 1508471006 1508469194 1508467382 1508465570 1508464064 1508462174 Siger

Fri10202017

Last update03:48:09 AM

Back You are here: Home Siger

Siger

Pemprov ajak Masyarakat tak Tergantung dengan Beras

BANDARLAMPUNG-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung mengajak masyarakat Lampung untuk tak hanya ketergantungan pada satu komoditas pangan seperti beras, tetapi dapat memberagamkan pola pangan demi menjaga keseimbangan gizi.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung, Kusnardi, Provinsi Lampung memiliki sumber daya alam, sumber daya biologi, dan sumber daya genetik yang melimpah untuk dijadikan olahan makanan beragam dan bernilai gizi melebihi beras.

"Marilah kita memberagamkan pola pangan, artinya tak ketergantungan pada satu komoditas tertentu sehingga banyak alternatif kalau ada kejadian seperti bencana alam dan sebagainya, kita bisa tetap hidup segar, sehat, kuat tanpa tergantung dari satu komoditi pangan," kata Kusnardi, di Halaman Kantor Gubernur Lampung, Selasa (10/10).

Menurutnya, konsumsi pangan sangat erat kaitannya terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM). Bukti empiris menunjukkan kualitas SDM sangat ditentukan status gizi yang baik. Status gizi yang baik, ditentukan jumlah asupan pangan yang dikonsumsi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dinilai telah berhasil menurunkan konsumsi beras dari 105 kilogram per kapita per tahun pada 2015 menjadi 95,4 kg/kapita/tahun pada 2016, menyusul berhasilnya program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Sebagai gambaran, pada pola konsumsi 2016, masyarakat Lampung mengaplikasikannya dengan baik, ditandai dengan skor Pola Pangan Harapan (PPH) 80,4. Tidak hanya itu, Pemprov Lampung turut menyosialisasikan pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman. (rik/ron)

Lampung hasilkan Beras Siger Mas dan Ayam Prebiotic

BANDAR LAMPUNG--Pemerintah Provinsi (Pedmprov) Lampung terus berupaya mewujudkan ketahanan pangan lewat berbagai inovasi pangan. Salah satunya beras Siger Mas dan pembudiayaan ayam prebiotic. Selain itu, sejak 2015 Pemprov Lampung mengembangkan Desa Mandiri Pangan di 97 desa di 14 kabupaten/kota dan pengembangan lumbung pangan masyarakat.

"Kita berharap para ahli teknologi pangan ini bisa memberikan kontribusi dan terobosan baru dibidang pangan, sehingga bisa menciptakan pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman,” kata Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, melalui Sekretaris Daerah Provinsi, Sutono, pada Seminar Nasional Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PAPTI) Tahun 2017, di Ballroom Novotel Lampung, Selasa (10/10).

Menurut Sutono, teknologi pangan merupakan ilmu yang sangat bermanfaat untuk mewujudkan kemandirian pangan. Teknologi pangan sangat penting untuk kemakmuran karena Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah.

Dia berharap, pengembangan teknlogi pangan dapat mengurangi tingkat konsumsi beras di masyarakat melalui diversifikasi pangan. "Generasi muda harus dipersiapkan jenis makanan yang beragam, aman, dan bergizi. Saya yakin di tangan para ahli pangan kita mampu menjadi negara yang mandiri dan berdaulat serta meningkatkan daya saing produk lokal dipasar global," ujarnya.

Seminar tersebut mempresentasikan 210 makalah penelitian teknologi pangan. Kemudian diseleksi dan diterbitkan pada jurnal internasional terindeks Scopus atau jurnal nasional PATPI seperti Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, Agritech, Jurnal Teknologi Pertanian, dan Indonesian Food and Nutrition Progress.

Pada kesempatan itu, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila), Irwan Sukri Banuwa, mengatakan kegiatan ini dapat mewujudkan kedaulatan pangan. Seminar diharapkan dapat memberikan kontribusi bukan hanya Lampung tapi juga untuk Indonesia.

Sedangkan Ketua PAPTI Cabang Lampung, Ridit Pambayun, mengatakan pihaknya menggelar Lomba Inovasi dan Teknologi Pangan bertema 'Peran generasi muda dalam inovasi dan aplikasi teknologi tepat guna untuk mewujudkan ketahanan pangan', di Aula Pertanian Unila, Sabtu (7/10). Pada lomba itu, Unila berhasil meraih Juara III Lomba Inovasi dan Teknologi Pangan dan tingkat SMA, Juara I diraih SMA Negeri I Seputih Mataram, Lampung Tengah. (*/ron)

Bapenda Genjot Target PKB dengan Pemutihan

BANDARLAMPUNG-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggenjot target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun 2017 dengan memberlakukan pemutihan pajak yang akan dimulai beberapa hari lagi hingga 31 Desember 2017.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), melalui Sekretaris Bapenda Provinsi Lampung, A. Rozali mengungkapkan, meski dinilai tak mendidik, pemutihan ini terpaksa dilakukan agar target PKB Rp70 Miliar dapat terealisasi hingga akhir tahun.

"Sebenarnya gubernur tak menginginkan pemutihan ini karena tak mendidik, tapi untuk m,encapai target kita tak memiliki potensi lain dan satu-satunya jalan lewat pemutihan ini walau kita masih pesimis, tapi ya kita coba saja, kita membuka peluang dan siapa tahu antusiasme masyarakat sangat banyak," ujar Rozali saat berbincang dengan awak media, di ruang kerjanya, Selasa (10/10).

Rozali menegaskan, pemutihan ini tak menjadi alasan kepentingan politik, namun untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui PKB. "Mentang-mentang ini tahn politik, tapi pemutihan tak jadi alasan untuk politik. Target Rp 70 Miliar yang diminta DPRD tersebut harus kita capai," kata Rozali.

Di samping itu, pemutihan juga bertujuan untuk memfalidasi data kendaraan bermotor guna menciptakan suatu database di Privinsi Lampung. "Kalau semua masyarakat Lampung memanfaatkan kesempatan ini, kendaraan yang menunggak sudah tak ada lagi. Jadi inilah data kendaraan yang ada di Lampung. Maka ada wacana di kepolisian, jika dua tahun STNK itu habis tak bayar pajak, kendaraan itu akan dihapus dalam daftar," ucapnya.

Dengan terus mematangkan persiapan sarana dan prasarana, pihaknya akan menetapkan waktu kapan dimulainya pemutihan pada Jum'at mendatang. Hal ini mengingat telah banyak permintaan masyarakat untuk segera digelar pemutihan.

Meski begitu, kata Rozali, mengantisipasi animo masyarakat membayar pajak, Bapenda akan memaksimalkan sumber daya masnusia dan menyiapkan ruang crisis center pada Samsat yang mengalami lonjakan permintaan.

"Tak ada penambahan loket, tapi kita masksimalkan sdm nya, jam kerja tak ditambah tapi bila harus lembur ya kita lembur. Sedangkan ruang crisis center ini berfungsi untuk mengantisipasi adanya surat kendaraan yang tak lengkap, sehingga jangan sampai ada penumpukan hanya gara-gara ada satu kendaraan yang bermasalah," jelasnya.

Ia berharap, masyarakat bisa benar-benar mamanfaatkan momentum ini sejak awal dibukanya pemutihan nanti, sehingga tak terjadi penumpukan di akhir Desember dan menjaga kenyamanan masyarakat. (rik/ron)

 

Talud Ambrol, Warga Minta Diperbaiki

Talud yang berada di titik Jalan Bumi Arta, Gang Hi. Makmun, kelurahan Waykandis, kecamatan Tanjungseneng ambrol sejak beberapa bulan lalu. Namun demikian hingga saat ini kerusakan tersebut belum juga diperbaiki. Akibatnya warga sekitar merasa khawatir dan takut jika sewaktu-waktu wilayah di sekitar talud longsor dan banjir.

Adapun talud yang longsor memiliki tinggi sekitar 3 meter dengan panjang kurang lebih 15 meter dan berada di pinggir aliran kali Tanjungseneng. "Itu taludnya sudah pecah dan turun hingga 1 meter. Pondasinya memang kurang dalam, sehingga tidak kuat. Jadi kalau aliran sungai deras, talud ambrol, dan berpotensi rumah saya akan rubuh akibat longsor," kata Hamdani warga setempat yang rumahnya berdiri dekat pinggiran talud tersebut, Selasa (10/10).

Meski talud sisi lainnya masih terlihat kuat, warga masih khawatir terhadap ancaman longsor yang bisa terjadi di wilayah mereka sewaktu-waktu. Apalagi di dekat talud terdapat beberapa rumah warga yang jaraknya tidak terlalu jauh.

Saat ini warga hanya berharap agar pemerintah segera memperbaki talud yang rusak, agar warga merasa aman. “Ya harapannya talud yang ambrol bisa segera diperbaiki,” harap Hamdani.

Sementara itu Lurah Waykandis Rohimullah saat mendapatkan laporan adanya talud di wilayahnya berpotensi longsor, segera meninjau ke lokasi. Saat di lokasi ia mengatakan untuk perbaikan adalah kewenangan Dinas PU kota Bandar Lampung.

"Lokasinya ada di Kali Tanjungseneng memang kewenangannya ada di dinas PU kota Bandar Lampung," kata Rohimullah di lokasi, Selasa (10/10).

Guna menyelesaikan masalah tersebut Rohimullah menuturkan, segera akan membuat laporan dan mengusulkan ke Dinas PU setempat guna segera memperbaiki talud yang Ambrol di wilayahnya.

"Hari ini juga segera kita laporkan dan usulkan ke Dinas PU, karena ini bahaya, karena inikan mendekati musim penghujan. Apalagi saya lihat aliran kali ini mulai menyempit. Apabila ini benar-benar ambrol akan berpotensi longsor dan menutupi aliran kali hingga juga memicu terjadinya banjir di wilayah ini," pungkasnya. (ron)

Kartu KIS Akan Diberikan Langsung ke Rumah Warga

BANDAR LAMPUNG– Awal November 2017 ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung akan membagikan 931 Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada warga. Pembagian KIS diberikan langsung ke rumah warga. Kepala Dinkes Bandar Lampung, Edwin Rusli mengatakan, penerima kartu ini merupakan warga bayaran iuran BPJS-nya masih menunggak. Sehingga dikategorikan sebagai warga kurang mampu oleh BPJS.

“Selain itu penerima kartu KIS ini juga merupakan warga yang terus menerus berobat ke rumah, seperti pasien yang melakukan cuci darah,” kata Edwin Rusli, Minggu (08/10). Dikatakannya, pembagian KIS sendiri, akan mulai dilakukan pada awal November mendatang. Sistem pembagian secara door to door akan dilakukan bekerjasama dengan Badan Polisi Pamong Praja (Bapol PP), lurah, dan camat masing-masing wilayah.

Edwin juga menerangkan, sebelumnya Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) memberikan bantuan kepada warga untuk diberikan Kartu KIS. “Kalau melalui pendataan, jumlah penerima kartu kesehatan gratis ini mencapai 931 penerima,” jelasnya.

Sementara, Kepala Banpol PP Cik Raden mengaku siap melakukan tugas baru bersama personelnya untuk membagikan KIS ke warga kurang mampu di Kota Tapis Berseri. “Setelah kita melakukan pembagian KTP-El, kedepan kita akan terima tugas baru yaitu membagikan KIS kepada setiap warga,” tukasnya. (ron)

 

2018, Pemkot akan Bedah Rumah 300 Unit untuk MBR

BANDAR LAMPUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung pada tahun 2018 mendatang akan mendapatkan bantuan bedah rumah dengan dana sebesar Rp4,5 miliar untuk 300 unit rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU/Pera).

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Pemukimam Kota Bandar Lampung Effendi Yunus, bantuan ini akan hadir pada tahun 2018 mendatang, dengan bantuan mencapai Rp4,5 miliar. Sasarannya adalah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Bantuan ini dananya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU/Pera), jadi nantinya dana tersebut dibagi pada 300 unit rumah dengan estimasi maksimal setiap rumah mendapat besaran Rp15 juta,” kata Effendi Yunus, Jumat (6/10).

Ia menerangkan, jumlah ini meningkat dari bantuan saat ini. Yang mana pada tahun 2017 mendapat alokasi senilai Rp3 miliar dengan jumlah rumah sebanyak 202 unit. “Tahun ini bantuan disalurkan ke beberapa kecamatan, yakni Panjang sebanyak 81 unit rumah, Bumiwaras sebanyak 58 unit rumah, Kedaton ada 20 unit rumah, dan Telukbetung timur 43 unit rumah,” terangnya.

Effendi Yunus pun mengaku, sebaran bedah rumah untuk tahun 2018 masih menunggu usulan dari kelurahan dan kecamatan, yang mana usulannya berdasar data sensus. “Kita mendapatkan 300 yang terverifikasi oleh pusat, jumlah itu dari seribu rumah yang kita diusulkan. Untuk titiknya mana saja belum tahu, masih menunggu usulan dan verifikasi tim independen pusat,” pungkasnya. (ron)

Wapres Dukung Percepatan Pembangunan Itera Lampung

BANDAR LAMPUNG--Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla mendukung percepatan pembangunan Institut Teknologi Sumatera (Itera) dari 20 tahun menjadi 10 tahun. Dalam 10 tahun ke depan Itera ditargetkan menampung 35 ribu mahasiswa dengan 140 program studi.

"Pembangunan Itera harus tetap dipercepat. Bagaimana mempercepat pembangunannya dengan paket yang lebih baik, melalui APBN dan kerja sama dengan pihak lain," kata Yusuf Kalla saat orasi ilmiah bertema 'Pembangunan mahasiswa berkarakter sebagai bagian dari model mental di perguruan tinggi' pada sidang terbuka Dies Natalis ke-3 di Kampus Itera, Jalan Terusan Ryacudu, Way Huwi, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Jum'at (06/10).

Menurut Wapres, sebagai kebanggaan masyarakat Lampung, Itera dapat membawa kemajuan dan perubahan bagi bangsa Indonesia. Pasalnya, tidak semua daerah diberi kesempatan mendirikan kampus yang masuk program nasional. "Ini merupakan kehormatan bagi Lampung," kata Jusuf Kalla.

Ke depan, Itera terus dilengkapi sarana dan prasarana moderen, agar mahasiswa berpacu terus maju. “Jangan selalu melihat ke belakang, masa lalu adalah sebagai pembelajaran. Itulah yang membedakan antara museum dan universitas. Jika museum untuk melihat masa lalu, universitas adalah untuk melihat masa depan," jelasnya.

Saat memberi kata sambutan, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengatakan, Lampung merupakan provinsi yang unggul dan berdaya saing dengan meningkatkan sumber daya manusia. Salah satu langkah kongkret yang dilakukan Pemprov Lampung yakni menyediakan lahan sekitar 270 hektare untuk pembangunan Itera.

“Ke depan diharapkan Itera mampu bersaing bersama kampus pembina yakni Institut Teknologi Bandung (ITB),” ucapnya. (*/ron)