Fri10202017

Last update03:48:09 AM

Back You are here: Home Siger Talud Ambrol, Warga Minta Diperbaiki

Siger

Talud Ambrol, Warga Minta Diperbaiki

Talud yang berada di titik Jalan Bumi Arta, Gang Hi. Makmun, kelurahan Waykandis, kecamatan Tanjungseneng ambrol sejak beberapa bulan lalu. Namun demikian hingga saat ini kerusakan tersebut belum juga diperbaiki. Akibatnya warga sekitar merasa khawatir dan takut jika sewaktu-waktu wilayah di sekitar talud longsor dan banjir.

Adapun talud yang longsor memiliki tinggi sekitar 3 meter dengan panjang kurang lebih 15 meter dan berada di pinggir aliran kali Tanjungseneng. "Itu taludnya sudah pecah dan turun hingga 1 meter. Pondasinya memang kurang dalam, sehingga tidak kuat. Jadi kalau aliran sungai deras, talud ambrol, dan berpotensi rumah saya akan rubuh akibat longsor," kata Hamdani warga setempat yang rumahnya berdiri dekat pinggiran talud tersebut, Selasa (10/10).

Meski talud sisi lainnya masih terlihat kuat, warga masih khawatir terhadap ancaman longsor yang bisa terjadi di wilayah mereka sewaktu-waktu. Apalagi di dekat talud terdapat beberapa rumah warga yang jaraknya tidak terlalu jauh.

Saat ini warga hanya berharap agar pemerintah segera memperbaki talud yang rusak, agar warga merasa aman. “Ya harapannya talud yang ambrol bisa segera diperbaiki,” harap Hamdani.

Sementara itu Lurah Waykandis Rohimullah saat mendapatkan laporan adanya talud di wilayahnya berpotensi longsor, segera meninjau ke lokasi. Saat di lokasi ia mengatakan untuk perbaikan adalah kewenangan Dinas PU kota Bandar Lampung.

"Lokasinya ada di Kali Tanjungseneng memang kewenangannya ada di dinas PU kota Bandar Lampung," kata Rohimullah di lokasi, Selasa (10/10).

Guna menyelesaikan masalah tersebut Rohimullah menuturkan, segera akan membuat laporan dan mengusulkan ke Dinas PU setempat guna segera memperbaiki talud yang Ambrol di wilayahnya.

"Hari ini juga segera kita laporkan dan usulkan ke Dinas PU, karena ini bahaya, karena inikan mendekati musim penghujan. Apalagi saya lihat aliran kali ini mulai menyempit. Apabila ini benar-benar ambrol akan berpotensi longsor dan menutupi aliran kali hingga juga memicu terjadinya banjir di wilayah ini," pungkasnya. (ron)