Fri10202017

Last update03:48:09 AM

Back You are here: Home Siger Bapenda Genjot Target PKB dengan Pemutihan

Siger

Bapenda Genjot Target PKB dengan Pemutihan

BANDARLAMPUNG-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggenjot target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun 2017 dengan memberlakukan pemutihan pajak yang akan dimulai beberapa hari lagi hingga 31 Desember 2017.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), melalui Sekretaris Bapenda Provinsi Lampung, A. Rozali mengungkapkan, meski dinilai tak mendidik, pemutihan ini terpaksa dilakukan agar target PKB Rp70 Miliar dapat terealisasi hingga akhir tahun.

"Sebenarnya gubernur tak menginginkan pemutihan ini karena tak mendidik, tapi untuk m,encapai target kita tak memiliki potensi lain dan satu-satunya jalan lewat pemutihan ini walau kita masih pesimis, tapi ya kita coba saja, kita membuka peluang dan siapa tahu antusiasme masyarakat sangat banyak," ujar Rozali saat berbincang dengan awak media, di ruang kerjanya, Selasa (10/10).

Rozali menegaskan, pemutihan ini tak menjadi alasan kepentingan politik, namun untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui PKB. "Mentang-mentang ini tahn politik, tapi pemutihan tak jadi alasan untuk politik. Target Rp 70 Miliar yang diminta DPRD tersebut harus kita capai," kata Rozali.

Di samping itu, pemutihan juga bertujuan untuk memfalidasi data kendaraan bermotor guna menciptakan suatu database di Privinsi Lampung. "Kalau semua masyarakat Lampung memanfaatkan kesempatan ini, kendaraan yang menunggak sudah tak ada lagi. Jadi inilah data kendaraan yang ada di Lampung. Maka ada wacana di kepolisian, jika dua tahun STNK itu habis tak bayar pajak, kendaraan itu akan dihapus dalam daftar," ucapnya.

Dengan terus mematangkan persiapan sarana dan prasarana, pihaknya akan menetapkan waktu kapan dimulainya pemutihan pada Jum'at mendatang. Hal ini mengingat telah banyak permintaan masyarakat untuk segera digelar pemutihan.

Meski begitu, kata Rozali, mengantisipasi animo masyarakat membayar pajak, Bapenda akan memaksimalkan sumber daya masnusia dan menyiapkan ruang crisis center pada Samsat yang mengalami lonjakan permintaan.

"Tak ada penambahan loket, tapi kita masksimalkan sdm nya, jam kerja tak ditambah tapi bila harus lembur ya kita lembur. Sedangkan ruang crisis center ini berfungsi untuk mengantisipasi adanya surat kendaraan yang tak lengkap, sehingga jangan sampai ada penumpukan hanya gara-gara ada satu kendaraan yang bermasalah," jelasnya.

Ia berharap, masyarakat bisa benar-benar mamanfaatkan momentum ini sejak awal dibukanya pemutihan nanti, sehingga tak terjadi penumpukan di akhir Desember dan menjaga kenyamanan masyarakat. (rik/ron)