Mon11202017

Last update07:08:51 AM

Back You are here: Home Siger Pemkot Bagikan 951 KIS ke Warga

Siger

Pemkot Bagikan 951 KIS ke Warga

DINAS Kesehatan (Dinkes ) Kota Bandar Lampung bekerjasama dengan Badan Satuan Polisi Pamong Praja (Bapol PP) setempat membagikan 951 Kartu Indonesia Sehat (KIS) ke rumah -rumah warga.

Kepala Bapol PP Bandar Lampung , Cik Raden mengatakan, penyerahan secara simbolis dilakukan dikantor Bapol PP Setempat, Kamis (9/11) dari Dinkes Bandar Lampung, pembagian ini merupakan tahap pertama integrasi jamkeskot ke BPJS kesehatan.

"Hampir seribu Kis pada tahap pertama ini kita bagikan kepada masyarakat. Nanti kami akan evaluasi hasilnya, apakah orangnya pindah alamat atau sudah meninggal," ujar Cik Raden.

Dikatakannya, dalam tahapan pembagian kartu, pihaknya menurunkan 70 personil pol pp baik pria maupun wanita untuk mendata warga di 19 kecamatan sesuai data dari dinas kesehatan setempat. "Kita terjunkan 70 personil ke-19 kecamatan yang terdata untuk dibagikan kis ini," jelasnya.

Disamping itu, Kabid pelayanan dan kesehatan Dinkes kota Bandar Lampung, Rosmini Sipayung mengatakan, data penerima KIS ini merupakan data peserta BPJS kelas III yang telah lama menunggak dan tergolong mengidap penyakit katastropik.

"Ini integrasi ke BPJS dari Jamkeskot, sudah menunggak tidak aktif lagi kartu lama. Jadi diberikan kartu baru diaktifkan lagi. Tetapi tunggakan sebelumnya sudah tidak ada lagi," ujarnya.

951 KIS ini terbagi dalam 343 amplop untuk satu keluarga, satu amplop bisa terdiri dari dua hingga lima KIS. “Paling banyak di kecamatan kedaton ada 35 KK, Sukarame 34 KK, dan Tanjungkarang Timur 33 KK,” jelasnya.

Disisi lain, Kadinkes Bandar Lampung, Edwin Rusli, memastikan pemberian KIS diperuntukkan untuk satu keluarga. Ia juga menjamin keluarga yang mendapatkan KIS pernah berobat berjalan karena menderita sakit.

“Itu untuk satu keluaga, bapak ibu dan anak. Salah satunya pasti sakit dan pernah berobat. Kalau ada anggota keluarganya tidak dapat tinggal lapor saja ke BPJS,” kata dia.

Pihaknya memastikan tahap pertama ini mendahulukan masyarakat yang sakit. Edwin juga mengatakan tahun ini tidak ada tambahan pembagian KIS lagi. Untuk penyediaan jaminan kesehatan 951 KIS ini menggunakan anggaran hanya sekitar Rp60 juta saja.

“Masyarakat yang sakit, kita dahulukan. Tahun depan kalau keuangan sudah aman, semua kita cover BPJS baik yang sakit maupun tidak sakit. Dibuat MOU dulu tahun depan. Yang penting kita sudah mulai dulu sekarang,” terangnya.

Terpisah, warga kelurahan kupang kota, Telukbetung Utara, Bandar Lampung, Nurlela (45) mengaku heran saat mendapatkan KIS tersebut. Menurutnya ia dan suaminya yang mendapatkan KIS tidak sedang sakit. “Ya saya daftar BPJS tahun lalu, sudah beberapa bulan ini tidak bayar lagi. Karena buat apa saya kan tidak sakit, jadi tidak pakai BPJS,” ujarnya.

Menurut Nurlela sebenarnya anaknya yang sakit terkena tumor payudara, namun memang belum mendaftar di BPJS. “Kalau anak saya memang sakit, tapi memang belum daftar di BPJS," ucapnya. (den/ron)