Pemprov Usulkan MoU Pembangunan Rel KA

Haluanlampung.com – PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Lampung ajukan usulan kerjasama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian terkait percepatan pembangunan rel Kereta Api (KA) Tanjungkarang-Bandara Radin Inten II, pengalihan jalur kereta batu bara masuk kota, pembangunan short cut rejosari-tarahan sepanjang kurang lebih 26 KM, dan pembangunan double track kereta api cempaka-rejosari sepanjang 77.8km

Dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Qodratul Ikhwan saat dihubungi Haluan Lampung, Jum’at (5/1), Pemprov Lampung menginginkan adanya sinergitas antara daerah dengan pemerintah pusat dalam percepatan pembangunan rel kereta api di Lampung.

Kerja sama tersebut menurutnya, dikarenakan terbatasnya dana yang dimiliki Pemprov untuk mengcover seluruh pembangunan rel kereta api tersebut.

“Jadi supaya dengan adanya Memorandum of Understanding (MoU) nanti setiap pendanaan yang menjadi kelemahan daerah bisa disiasati oleh pusat. Kita ingin ada sinergitas antara pusat dan daerah,” ujar Qodratul.

Ia juga menyadari, jika seluruhnya dibebankan oleh pemerintah daerah, penyelesaiannya akan memakan waktu sangat lama. “Kalau pendanaan kami tak siap, tetapi personel kami siap, sehingga perlu ada porsinya masing-masing,” katanya.

Selebihnya Qodratul berharap besar jika setiap usulan Pemprov dapat terkabulkan sehingga tercantum dalam MoU percepatan pembangunan rel kereta api. “Tentu berharap penuh bisa ada kesepakatan, karena sekarang usulan kita akan dikaji dahulu oleh kementerian,” pungkasnya. (rik/ron)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *