Pasar Pulung Kencana Jadi Pasar Modern

Haluanlampung.com, TULANGBAWANG BARAT- Puluhan pedagang Pasar Pulung Kencana, Kabupaten Tulangbawang Barat, mulai menempati kios sementara yang sudah dibangun menyusul rencana pemkab setempat yang akan membangun pasar tersebut menjadi pasar moderen.

Pembangunan Pasar Pulung Kencana ditargetkan rampung pada 2019, pemkab setempat telah menyiapkan kios sementara untuk merelokasi ratusan pedagang di pasar tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi pasar tersebut, Senin (12/3), para pedagang terlihat dengan sukarela mulai memindahkan barang dagangannya ke lokasi Lapangan Merdeka yang berada tepat di depan pasar yang akan dibangun.

Beberapa pedagang tampak membenahi kios yang dirasa perlu penambahan seperti atap tambahan di depan kios.

Suyono (50), salah satu pedagang menuturkan para pedagang sudah mulaimenempati kios penampungan sementara sejak Jumat (2/3).

“Beberapa barang dagangan terpaksa kita bawa pulang karena kios yang disediakan tidak cukup menampung semua barang dagangan,” kata dia.

Sedangkan Slamet (30), salah pedagang bakso mengatakan terpaksa memberikan tambahan atap pada kiosnya untuk tempat makan para pelanggannya.

“Ukuran kios ini kan hanya 6 M2, jadi harus kita tambah untuk tempat makan pelanggan saya agar bisa tertampung,” katanya.

Para pedagang mendukung sepenuhnya rencana Pemkab Tulangbawang Barat untuk meningkatkan Pasar Pulung Kencana menjadi pasar moderen. Namun, pedagang berharap biaya sewa kios yang akan diterapkan nanti tidak terlalu memberatkan, sehingga mereka masih bisa kembali berdagang.
Secara terpisah Asisten II Pemkab Tulangbawang Barat Syakib Arsalan menyatakan pedagang lama akan tetap diprioritaskan untuk menempati kios saat pembangunan pasar moderen nanti selesai.

“Pemkab akan meningkatkan Pasar Pulung Kencana dengan membangun sekitar 600 kios bagi pedagang, nantinya pedagang lama akan kita prioritaskan, datanya kan sudah ada,” kata Syakib.

Pembangunan pasar pulung kencana akan dilakukan oleh Dinas PUPR Tulangbawang Barat dengan memakai dana pinjaman daerah yang dimulai pada tahun anggaran 2018. (Ant/JJ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *