Taspen-Asabri Dilebur, BPJS Ketenagakerjaan Siapkan IT

Haluanlampung.com, JAKARTA– Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyiapkan sistem IT (information technology) terkait rencana peleburan bersama PT Taspen dan PT Asabri, kata Direktur BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto di Jakarta, Rabu.

“Sedang disiapkan infrastruktur sistem teknologinya, karena untuk peleburan ini membutuhkan suatu penyatuan layanan berbasis teknologi,” kata Agus usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Rabu.

Persiapan sistem IT tersebut sejalan dengan perombakan sistem informasi di BPJS Ketenagakerjaan yang baru berlangsung satu bulan terakhir. Sehingga, lanjut Agus, komponen BPJS sudah siap ketika menerima peleburan dari PT Taspen dan PT Asabri.

“Tanpa dukungan sistem teknologi, itu tidak memungkinkan. Sistem teknologi yang kami implementasikan ini, dibangun sendiri oleh internal karyawan BPJS Ketenagakerjaan, sehingga bisa menanggapi kebutuhan masyarakat dan dinamika yang ada termasuk rencana peleburan nanti,” jelasnya.

Rencana peleburan PT Taspen dan PT Asabri ke dalam BPJS Ketenagakerjaan muncul dari kesepakatan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dan Komisi XI DPR RI untuk menjalankan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Rencana program peleburan tersebut dilakukan paling lambat hingga tahun 2029 untuk kedua badan usaha milik negara (BUMN) ketenagakerjaan tersebut bergabung dengan BPJS.

“Jadi kami sesuai dengan perintah UU tersebut, kami sudah menyiapkan diri dan ingin bekerja sama dengan seluruh kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian terkait, untuk bisa merealisasikan itu,” ujar Agus.

Meskipun sudah ada amanat UU, PT Taspen dan PT Asabri enggan untuk bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan karena ada kategori jaminan sosial yang berbeda antara TNi dan pekerja sipil. (ant)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *