Terancam Dijemput Paksa

Haluanlampung.com – Syahrini diketahui sudah dua kali mangkir dari panggilan Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, untuk bersaksi dalam kasus penipuan agen perjalanan First Travel.
Ketidakhadiran pelantun Sesuatu tersebut dikabarkan lantaran dirinya tengah menjalani kontrak kerja diluar negeri.
Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU), jika saksi tidak hadir dipersidangan selama tiga kali panggilan, maka akan ada kewenangan berdasarkan Undang-Undang yang berlaku.
Bahkan pemanggilan paksa akan dilakukan pihak Pengadilan kepada wanita kelahiran Bogor tersebut.
“Tiga kali tidak hadir sesuai dengan apa yang tertera disurat panggilan sesuai Undang-Undang, dengan terpaksa saya panggil paksa,” ungkap Heri Jerman selaku JPU di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Rabu (21/3), seperti dilansir okezone.com.
Selain akan dijemput secara paksa oleh pihak Pengadilan, Syahrini juga akan menerima konsekuensi jika dalam tiga kali panggilan dirinya memilih untuk mangkir. Bahkan sanksi pidana selama 9 bulan penjara diketahui akan menjerat wanita cantik berusia 35 tahun tersebut jika enggan datang pada sidang yang berlangsung 2 April mendatang.
“Konsekuensinya akan saya panggil paksa dan kemungkinan ada Pasal yang bisa menjerat untuk tidak menolak menjadi saksi, sesuai Pasal 224 KUHP,” paparnya.
“Saksi itu adalah suatu kewajiban, bukan hak tetapi kewajiban, dan apabila tidak memenuhi kewajibannya dipanggil sebagai saksi maka bisa dipidana 9 bulan,” tutupnya.
Sebagaimana diketahui, Syahrini menjadi satu dari sekian banyak saksi dari kasus penipuan First Travel. Kesaksian kakak dari Aisyahrani ini tentu sangat berguna bagi pihak Pengadilan lantaran ia diketahui sempat melakukan perjalanan Umrah dengan memakai jasa First Travel pada 2017 lalu.
Pada pemanggilan pertama, yakni Rabu, 14 Maret 2018, mantan rekan duet Anang Hermansyah ini berhalangan hadir tanpa konfirmasi apapun.
Begitupun pada pemanggilan kedua, bintang film The Maling Kuburans ini juga diketahui kembali berhalangan hadir.(okz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *