Loekman Kaget, 57,2 Warga Lamteng Stunting

Haluanlampung.com, LAMPUNG TENGaH– Setelah mendapatkan pemberitaan 57,2 persen penduduk Lampung Tengah Stunting atau terhambatnya pertumbuhan gizi, Plt. Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto sempat kaget. Loekman langsung berpikir artinya hampir separo penduduknya berbadan pendek atau kerdil.
“Saya pernah baca artikel data stunting di Lamteng sebesar 57,2 persen. Waduh, bahaya ini karena artinya separuh lebih penduduk Lamteng pendek atau kerdil,” katanya, setelah hadir dalam sosialisasi Pentingnya Pemenuhan Gizi dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan untuk Cegah Stunting di Sparks Covention Hotel Lampung, Bandarjaya, Kecamatan Terbanggibesar, Selasa (27/3).
Guna memperjelas masalah ini, Loekman langsung memanggil jajaran Dinas Kesahatan dan Dinas Sosial Lamteng untuk mempertanyakannya.

“Saya panggil jajaran Dinkes dan Dinsos. Saya bilang, kenapa bisa sampai terjadi seperti ini? Sebab, selama ini saya nggak pernah lihat orang stunting di Lamteng. Ternyata, itu hasil riset kesehatan daerah 2013. Tapi ketika disurvei pada 2017 tinggal 11,73 persen. Jadi agak lega dikit,” ungkapnya.
“Tapi kita tidak berhenti berupaya, agar kasus stunting tak ada lagi di Lamteng. Dalam seminar ini dijelaskan 1.000 hari pertama kehidupan itu asupan gizinya harus bagus. Supaya jadi pinter dan tidak stunting atau kerdil,” tegasnya.
Sedangkan Kabid Kesehatan Masyarakat Diskes Lamteng Hartoyo mengatakan, ada sepuluh kampung yang jadi perhatian kasus stunting. Sepuluh Kampung itu yaitu, Buyut Udik Kecamatan Gunungsugih, Kampung Cabang Kecamatan Bandarsurabaya, Kampung Gunungbatin Udik, Kecamatan Terusannunyai, Kampung Mataramilir, Kecamatan Seputihsurabaya, Kampung Mataramudik, Kec. Bandarmataram dan Kampung Tulungkakan, Kecamatan Bumiratunuban.
“Kemudian Kampung Bandarputih Tua dan Gendungtua, Kecamatan Anakratuaji serta Kampung Riauperiangan dan Tanjungrejo, Kecamatan Pubian,” terangnya.(Rendra/JJ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *