Gizi Buruk Berdampak Membangun Bangsa

BANDARLAMPUNG- Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila Djuwita Anfasa Moeloek mengatakan, masalah stunting akan berdampak pada pembangunan bangsa.
“Anak tak akan tumbuh berkembang baik, dan kepandaiannya juga berkurang bila terjadi penurunan stunting. Tentu mereka tak akan mampu capai pendidikan baik, dan jadikan beban bagi bangsa,” ujarnya menghadiri Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Lampung 2018 di Novotel Bandar Lampung, Senin (2/4).
Menkes menyampaikan hal itu saat Rapat Kerja Kesehatan Nasional tahun 2017. Presiden RI Joko Widodo dalam arahannya mengatakan, dirinya tak ingin lihat ada satu hingga dua anak kekurangan gizi.
“Dengan sumberdaya alam di Indonesia yang begitu suburnya apalagi Lampung, jangan ada lagi permasalahan soal masih ada anak dengan kekurangan gizi,” ujarnya.
Penurunan stunting, kata Nila, juga bisa akibat pernikahan dini. “Pernikahan dini juga jadi persoalan. Akibatnya kurang pengetahuan, pagu hamil tak sesuai, akhirnya anaknya lahir dengan stunting,” katanya.
Selain itu, Nila juga menyebutkan air bersih dan sanitasi perlu juga dalam masa ibu sedang hamil. “Kita perlu air bersih, dan sanitasi. Kalau tak ada akses air bersih dan sanitasi, akan terjadi cacingan, kurang gizi, akhirnya ibu hamil akan kurang gizi dan melahirkan anak kurang gizi pula,” ujarnya.
Rakerkesda Lampung 2018, selain membahas penurunan stunting, sesuai dengan tema yakni “Mewujudkan Lampung Sehat melalui Percepatan Eliminasi Tuberculosis, Penurunan Stunting dan Peningkatan Cakupan serta Kualitas Imunisasi.” Ketiga hal itu jadi topik yang dibahas Rakerkesnas 2018 pada 5-8 Maret 2018 di Tangerang, Banten.
“Karena Rakerkesnas kita ambil tiga topik ini untuk kita fokus kerjakan, tapi sebenarnya itu semua terbungkus dengan dilakukannya pendekatan keluarga,” ucapnya. (rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *