Realisasi PKB dan BBN-KB Tak Capai Target

BANDARLAMPUNG- Ralisasi pendapatan daerah melalui Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) di triwulan pertama masih belum mencapai hasil wajar. Jika diklasifikasi selama satu tahun, seharusnya jika empat triwulan maka, realisasi pendapatan yang dihasilkan bisa di atas 50 persen.

Namun demikian, di triwulan I ini, dari target keseluruhan Rp 829, 6 miliar baru terealisasi sebesar Rp 166,7 miliar atau sekitar 20 persen saja. Sementara untuk PKB, dari target Rp 618 miliar baru terealisasi sebesar Rp162,9 miliar atau 26,37 persen.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung E. Pieterdono melalui Sekretaris A. Rozali mengatakan hal ini dikarenakan ada kenaikan dalam target yang diberikan untuk BBN-KB. Dimana ditahun anggaran 2017 target capaian BBN-KB hanya sebesar Rp 623 miliar.

“Adanya perubahan kenaikan, perhitungan di APBD murni tahun lalu. Sepertinya dalam kondisi ini sulit tercapai. Tapi sudah keputusan harus dijalankan,” kata dia.

Menurutnya, ini menjadi tantangan baginya jika perekonomian di Lampung dalam perjalanannya mengalami penurunan. Sebab, pembayaran pajak dan BBN-KB ini juga bergantung kepada kondisi perekonomian nasional dan daerah.

”Untuk yang lain rata-rata sudah diatas 20 persen, memang untuk diawal begini. Tapi semoga semakin ke depan bisa ditingkatkan,” kata dia.

Ditanya apakah Pemprov Lampung akan kembali mengambil kebijakan pemutihan tahun ini, dia mengaku tidak bisa memastikan hal tersebut. Sebab, hal ini bukan merupakan kewenangan sepihak.

”Itu kan kebijakan pimpinan dan juga kesiapannya harus dimatangkan, kita lihat nanti untuk saat ini belum bisa dipastikan,” katanya. (ria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *