Disnakertrans Lampung Fasilitasi Magang Kerja

BANDARLAMPUNG- Kabar gembira bagi masyarakat Lampung yang saat ini belum mendapatkan pekerjaan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung kembali membuka berbagai program magang kerja di perusahaan lokal hingga ke luar negeri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung Sumiati Somad mengatakan, ada tiga program magang kerja difasilitasi Disnakertrans. Pertama yakni program magang kerja diperusahaan lokal lampung yang minta oleh perusahan,kemudian magang yang diajukan Disnakertras sendiri dan magang kerja ke Jepang yang bekerjasama dengan Kementrian Tenaga Kerja.

Untuk magang yang diminta perusaahan, Disnakertrans bakal mencarikan sesuai kebutuhan yang diminta perusaahan. “Meski perusahaan yang minta, Disnakertrans tetap ada tim yang memantau keberadaan peserta magang ini. Bagaimana situasi tempat mereka bekerja hingga mereka selesai atau diangkat karyawan,” katanya kemarin.

Selanjutnya untuk program magang melalui Disnakertrans sendiri tahun 2018 ini dibutuhkan sebanyak 260 orang. Penerimaan ini meningkat sejak tahun 2013 sebanyak 300 orang, 2014 (30), 2015 (200), 2016 (220), dan 2017 (200).
“Selama magang lima bulan tiap peserta dibantu biaya uang saku Rp640.000. Itupun perusahaan memberikan praktik selama 4 bulan dan teori 1 bulan,” katanya.

Selama magang nantinya akan dicek peserta magang diperusahan tersebut. “Jadi tidak dilepas begitu saja, ada tim yang memantau peserta magang,” terangnya.

Sedangkan untuk magang di Jepang, saat ini tinggal 69 peserta dari 282 orang pelamar. Dari 69 orang ini masih harus mengikuti tahapan seleksi selanjutnya sebelum dikirim ke Jepang.

Sumiati menuturkan, tiap tahunnya terus beruapaya lebih banyak warga Lampung magang di perusahaan lokal atau luar daerah hingga ke luar negeri. “Harapanya bagaimana agar masyarakat lampung itu banyak yang bekerja formal sehingga dapat bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan mereka. Dengan begitu maka angka penganguran di lampung terus menurun,” pesannya.

Kabid Tenaga Kerja Disnakertrans Lampung, Anhar mengatakan, tahapan tes magang di Jepang memang sangat banyak sehingga banyak peserta yang gugur.

“Gaji yang diberikan perusahan Jepang itu sangat besar sehingga kualifikasinya pun harus bagus. Peserta harus lolos test berkas,kemudian tes Aljabar. Nah dites aljabar ini lansung gugur, kemudian tes Kesampataan tubuh, Ketahanan fisik karna memang iklim di jepang berbeda dengan Infonesia jadi harus punya fisik yang bagus. Selanjutnya wawancara dan test bahasa jepang,bila lolos maka dikirim ke Jepang,” bebernya.

Ditambahkan Anhar, bagi masyarakat yang nonlulusan SMK bisa ikut berpartisipasi jika berminat. “Harus punya sertifikat latihan bidang mesin/induatri 160 jam pelajaran itu bisa ikut mendaftar,” katanya.

Setelah tiga tahun magang di Jepang, peserta diharuskan pulang. “Kalau rejekinya bagus maka diangkat karyawan oleh perusahan jepang, kalau tidak mereka bisa buat usaha sendiri diindonesia dengan kemampuan yang sudah didapat. Pulang dari Jepang mereka dapat uang saku dari perusahaan juga jadi lumayan buat modal usaha,” pungkasnya. (tk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *