15 Kecamatan di Bandar Lampung Berpotensi Longsor

BANDAR LAMPUNG- Pemerintah Kota Bandar Lampung telah menentukan 15 kecamatan berpotensi mengalami longsor. Seluruh kecamatan tersebut telah ditentukan berdasarkan kajian risiko bencana Kota Bandar Lampung tahun 2016-2020. Dari lima belas kecamatan tersebut, semuanya dalam kategori sedang.

Kabid kesiapan Siagaan dan penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung M. Rizki mengatakan tanah longsor pada umumnya terjadi di daerah yang tidak stabil, faktor pemicu terjadinya peristiwa ini adalah lereng yang gundul serta kondisi tanah dan berbatu.

Sementara, kata dia, pemicu longsor beragam, mulai dari air hujan dan aktivitas manusia seperti penambangan tanah, pasir dan batu yang tidak teratur. Parameter yang dilihat untuk menghitung indeks bahaya tanah longsor adalah lereng di atas 15 persen, arah lereng, tipe batuan, tipe tanah, kedalaman tanah dan curah hujan di wilayah yang telah dipetakan.

“Jadi 15 kecamatan yang telah dipetakan masuk dalam kategori sedang. Jadi tak serta merta jika intensitas hujan tinggi, longsor langsung terjadi,” ujarnya kepada Lampost.co, Senin (10/4).

Lebih spesifik lagi menurut Rizki, selain kondisi bentang alam yang mulai gundul dan tanah mulai terkikis. Kondisi bangunan penahan, seperti pondasi dan juga bronjong yang berada di kawasan perbukitan tak mampu lagi menahan longsoran.

“Makanya kendati semua masuk kategori sedang. Masyarakat juga dihimbau berhati-hati, selalu waspada,” katanya.

Adapun rincian, 15 kecamatan di Bandar Lampung yang berpotensi longsor yakni Telukbetung Barat dengan luasan 454 ha, Telukbetung Timur (522 ha), Telukbetung Selatan (50 ha), Bumi Waras (37 ha), Panjang (344 ha), Kedamaian (136 ha), Telukbetung Utara (37 ha), Tanjungkarang Pusat (82 ha), Enggal (12 ha), Tanjungkarang Barat (153 ha), Kemiling (461 ha), Langkapura (38 ha), Kedaton (45 ha), Rajabasa (3 ha) dan Sukabumi (663 ha). (lpc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *