Disdik Provinsi Lampung Tidak Tegas Terhadap Pelanggaran Etika dan Pengelapan Dana Sekolah.

MESUJI. Diduga melakukan tidak asusila dan penggelapan sejumlah dana sekolah, kepala sekolah SMA Negeri 1 Mesuji Lampung (M.Z) dilaporkan oleh Dewan guru SMA Negeri 01 Mesuji Lampung kepada kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung melalui surat laporan tertanggal 26 Februari 2018.

Surat laporan tersebut ditandatangani oleh sebanyak 26 (dua puluh enam) Dewan Guru SMA Negeri 1 Mesuji Lampung yang tembusannya disampaikan kepada Gubernur Provinsi Lampung, Kepala UPTD Wilayah V Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Pengawas SMA Kabupaten Mesuji dan Ketua MKKS SMA Kabupaten Mesuji.

Namun sangat disesalkan meski sudah 3 bulan sejak dilaporkan, belum adanya tindakan dan sanksi tegas yang diberikan oleh dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi lampung kepada M.Z.

Adapun Laporan tersebut terdiri atas 10 item tidakan yang dilakukan MZ yakni:

Pertama, Pada hari sabtu 5 agustus 2017 (bertepatan dengan kegiatan Malam Tahun Ambalan) yang bersangkutan membawa seorang perempuan untuk tinggal bersama dikamar rumah dinas sekolah. Hal ini diketahui dan disaksikan oleh para dewan guru yang melakukan persiapan logistik perkemahan (memasak) di rumah dinas sekolan.

Kedua, Perempuan tersebut bukan istri sah yang bersangkutan sebab orang yang berbeda dengan yang dibawa oleh yang bersangkutan pada saat serah terima jabatan dengan kepala sekolah lama pada tanggal 15 juni 2017 yang disaksikan dan dihadiri oleh para siswa dan guru SMA Negeri 1 Mesuji Lampung

Ketiga, Pada hari sabtu 12 agustus 2017 yang bersangkutan kembali membawa perempuan tersebut untuk datang dan menginap bersama dikamar yang bersangkutan di rumah dinas sekolah. Hal ini diketahui oleh teman serumah yang bersangkutan (salah satu guru) dan penjaga sekolah yang diminta membelikan nasi untuk yang bersangkutan dan pasangannya.

Keempat, pada hari selasa 29 Agustus 2017 perwakilan dewan guru SMAN 1 Mesuji Lampung (Bapak Jeni Arif Hugroho, Ari Kuswanto, David Septian, Ahmad Fadholi, Sah Fikri, dan Yudianto) mendatangi langsung rumah dinas sekolah untuk melakukan konfirmasi. Pada saat itu, yang bersangkutan berusaha menghalang-halangi perwakilan dewan guru untuk memasuki rumah dinas dan berusaha mengelak saat dimintai memperkenalkan perempuan yang ada di rumah tersebut.

Kelima, Pada para perwakilan guru tersebut, yang bersangkutan memperkenalkan perempuan yang ada didalam kamarnya sebagai istri sah nya meskipun beberapa dari guru yang hadir disana mengetahui bahwa perempuan tersebut bukanlah istri sah yang bersangkutan yang pernah dibawa pada saat serah terima jabatan.

Keenam, pada hari kamis 6 september 2017 yang bersangkutan melakukan tindak intimidasi kepada para guru yang mendatangi rumah dinas sekolah dengan memanggil satu per satu guru guru tersebut ke ruang kepala sekolah dan melakukan intimidasi secara verbal (lisan)

Ketujuh, pada awal oktober 2017 yang bersangkutan meminta bendahara sekolah untuk merahasiakan pencairan dana BOS padahal informasi tentang pencairan dana BOS telah diketahui seluruh sekolah di kab Mesuji

Kedelapan, dari total Rp. 71.000.000,- dana BOS SMA Negeri 1 Mesuji Lampung, hanya Rp 30.000.000,- yang diserahkan kepada bendahara BOS untuk dikelola dan dibelanjakan.

Kesembilan, pada hari senin 16 Oktober 2017 dalam rapat dewan guru yang meminta penjelasan tentang transportasi penggunaan dana BOS dan dana sekolah lainnya, yang bersangkutan tidak bisa dan gagal memberikan penjelasan secara terbuka dan jernih.

Kesepuluh, pada januari 2018 yang bersangkutan menyampaikan penggunaan dana persiapan UNBK untuk pembelian server adalah sebesar Rp 40.000.000,- padahal informasi dari saksi (penjual tempat yang bersangkutan memesan server) harga server tersebut adalah hanya Rp. 14.000.000,-

Dalam pernyataannya Dewan Guru SMA Negeri 1 Mesuji Lampung menuntut kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung untuk mencopot M.Z dari jabatannya sebagai Kepala dan menolak dengan tegas kehadiran yang bersangkutan di SMA Negeri 1 Mesuji Lampung dalam kapasitas sebagai kepala sekolah maupun guru bidang study.

ketika dikonfirmasi awak media kepada salah satu guru yang enggan disebutkan namanya bahwa surat tersebut adalah titik kulminasi kesabaran dalam menghadapi berbagai penyimpangan yang dilakukan M.Z

“surat dan tandatangan itu asli, bisa dicek oleh ahli gramophologi. Kalau benar M.Z menyatakan semua itu fitnah, bukti dan saksi-saksi kami kuat. Insya Allah masih sehat wal afiat semua fisik, hati dan fikirannya untuk dikonfirmasi masalah tersebut. Surat tersebut adalah titik kulminasi kesabaran kami mengghadapi berbagai penyimpangan yang dilakukan oleh M.Z” ucapnya.

Ketika disinggung tentang penyalahgunaan dana sekolan, ia membenarkan adanya penyimpangan yang dilakukan oleh MZ.

“dana BOSDA (BOS Provinsi) dibilang M.Z untuk beli server Rp 40.000.000, setelah kami usut-usut ternyata tidak segitu. Sisa dana entah kemana yang pasti tidak ada aset sekolah yang bertambah. Dana DAK renovasi kelas Rp.120.000.000 Cuma dipakai nge-cat kelas, itupun masih ada hutang di toko bangunan tapi uangnya entah kemana, pembelian LKS Rp. 150.000,- untuk 15 item tapi hingga akhir semester genab LKS yang diberikan kepada siswa hanya 8 atau 9 LKS. Dan masih banyak lagi belum lagi soal akhlak…” tandasnya.

(Tim HL)

MESUJI. Diduga melakukan tidak asusila dan penggelapan sejumlah dana sekolah, kepala sekolah SMA Negeri 1 Mesuji Lampung (M.Z) dilaporkan oleh Dewan guru SMA Negeri 01 Mesuji Lampung kepada kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung melalui surat laporan tertanggal 26 Februari 2018.

Surat laporan tersebut ditandatangani oleh sebanyak 26 (dua puluh enam) Dewan Guru SMA Negeri 1 Mesuji Lampung yang tembusannya disampaikan kepada Gubernur Provinsi Lampung, Kepala UPTD Wilayah V Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Pengawas SMA Kabupaten Mesuji dan Ketua MKKS SMA Kabupaten Mesuji.

Namun sangat disesalkan meski sudah 3 bulan sejak dilaporkan, belum adanya tindakan dan sanksi tegas yang diberikan oleh dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi lampung kepada M.Z.

Adapun Laporan tersebut terdiri atas 10 item tidakan yang dilakukan MZ yakni:

Pertama, Pada hari sabtu 5 agustus 2017 (bertepatan dengan kegiatan Malam Tahun Ambalan) yang bersangkutan membawa seorang perempuan untuk tinggal bersama dikamar rumah dinas sekolah. Hal ini diketahui dan disaksikan oleh para dewan guru yang melakukan persiapan logistik perkemahan (memasak) di rumah dinas sekolan.

Kedua, Perempuan tersebut bukan istri sah yang bersangkutan sebab orang yang berbeda dengan yang dibawa oleh yang bersangkutan pada saat serah terima jabatan dengan kepala sekolah lama pada tanggal 15 juni 2017 yang disaksikan dan dihadiri oleh para siswa dan guru SMA Negeri 1 Mesuji Lampung

Ketiga, Pada hari sabtu 12 agustus 2017 yang bersangkutan kembali membawa perempuan tersebut untuk datang dan menginap bersama dikamar yang bersangkutan di rumah dinas sekolah. Hal ini diketahui oleh teman serumah yang bersangkutan (salah satu guru) dan penjaga sekolah yang diminta membelikan nasi untuk yang bersangkutan dan pasangannya.

Keempat, pada hari selasa 29 Agustus 2017 perwakilan dewan guru SMAN 1 Mesuji Lampung (Bapak Jeni Arif Hugroho, Ari Kuswanto, David Septian, Ahmad Fadholi, Sah Fikri, dan Yudianto) mendatangi langsung rumah dinas sekolah untuk melakukan konfirmasi. Pada saat itu, yang bersangkutan berusaha menghalang-halangi perwakilan dewan guru untuk memasuki rumah dinas dan berusaha mengelak saat dimintai memperkenalkan perempuan yang ada di rumah tersebut.

Kelima, Pada para perwakilan guru tersebut, yang bersangkutan memperkenalkan perempuan yang ada didalam kamarnya sebagai istri sah nya meskipun beberapa dari guru yang hadir disana mengetahui bahwa perempuan tersebut bukanlah istri sah yang bersangkutan yang pernah dibawa pada saat serah terima jabatan.

Keenam, pada hari kamis 6 september 2017 yang bersangkutan melakukan tindak intimidasi kepada para guru yang mendatangi rumah dinas sekolah dengan memanggil satu per satu guru guru tersebut ke ruang kepala sekolah dan melakukan intimidasi secara verbal (lisan)

Ketujuh, pada awal oktober 2017 yang bersangkutan meminta bendahara sekolah untuk merahasiakan pencairan dana BOS padahal informasi tentang pencairan dana BOS telah diketahui seluruh sekolah di kab Mesuji

Kedelapan, dari total Rp. 71.000.000,- dana BOS SMA Negeri 1 Mesuji Lampung, hanya Rp 30.000.000,- yang diserahkan kepada bendahara BOS untuk dikelola dan dibelanjakan.

Kesembilan, pada hari senin 16 Oktober 2017 dalam rapat dewan guru yang meminta penjelasan tentang transportasi penggunaan dana BOS dan dana sekolah lainnya, yang bersangkutan tidak bisa dan gagal memberikan penjelasan secara terbuka dan jernih.

Kesepuluh, pada januari 2018 yang bersangkutan menyampaikan penggunaan dana persiapan UNBK untuk pembelian server adalah sebesar Rp 40.000.000,- padahal informasi dari saksi (penjual tempat yang bersangkutan memesan server) harga server tersebut adalah hanya Rp. 14.000.000,-

Dalam pernyataannya Dewan Guru SMA Negeri 1 Mesuji Lampung menuntut kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung untuk mencopot M.Z dari jabatannya sebagai Kepala dan menolak dengan tegas kehadiran yang bersangkutan di SMA Negeri 1 Mesuji Lampung dalam kapasitas sebagai kepala sekolah maupun guru bidang study.

ketika dikonfirmasi awak media kepada salah satu guru yang enggan disebutkan namanya bahwa surat tersebut adalah titik kulminasi kesabaran dalam menghadapi berbagai penyimpangan yang dilakukan M.Z

“surat dan tandatangan itu asli, bisa dicek oleh ahli gramophologi. Kalau benar M.Z menyatakan semua itu fitnah, bukti dan saksi-saksi kami kuat. Insya Allah masih sehat wal afiat semua fisik, hati dan fikirannya untuk dikonfirmasi masalah tersebut. Surat tersebut adalah titik kulminasi kesabaran kami mengghadapi berbagai penyimpangan yang dilakukan oleh M.Z” ucapnya.

Ketika disinggung tentang penyalahgunaan dana sekolan, ia membenarkan adanya penyimpangan yang dilakukan oleh MZ.

“dana BOSDA (BOS Provinsi) dibilang M.Z untuk beli server Rp 40.000.000, setelah kami usut-usut ternyata tidak segitu. Sisa dana entah kemana yang pasti tidak ada aset sekolah yang bertambah. Dana DAK renovasi kelas Rp.120.000.000 Cuma dipakai nge-cat kelas, itupun masih ada hutang di toko bangunan tapi uangnya entah kemana, pembelian LKS Rp. 150.000,- untuk 15 item tapi hingga akhir semester genab LKS yang diberikan kepada siswa hanya 8 atau 9 LKS. Dan masih banyak lagi belum lagi soal akhlak…” tandasnya.

(Tim HL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *