Membongkar ‘Indikasi Mark Up’ Proyek Dinkes Tanggamus

BANDARLAMPUNG, Haluanlampung.com – Pelaksanaan sejumlah proyek fisik yang dikelola Dinas Kesehatan Tanggamus tahun 2017 diduga sarat penyimpangan. Selain kualitas proyeknya sangat buruk, kuantitasnyapun sangat meragukan. Kondisi ini diduga akibat lemahnya pengawasan dari pihak Dinkes Tanggamus, yang mengarah pada praktek KKN dan Mark Up.
Sejumlah proyek milik Dinas Kesehatan Tanggamus yang diduga dikerjakan dengan tidak mengacu pada standar kontruksi di antaranya, Kegiatan TA. 2016 Rehab Berat Puskesmas Sudimoro Kecamatan Semaka Dengan Nilai Pagu Sebesar Rp.1.316.772.000, yang dikerjakan CV Darma Lestari. Kegiatan Tahun Anggaran 2017 Pembangunan Puskesmas Sumberejo dengan Nilai Pagu Sebesar Rp. 1.400.000.000 dikerjakan CV Tri Anugerah.
Selain dua proyek tersebut, berdasarkan data yang dirilis Komunitas Masyarakat Perangi Korupsi (SOMMASI-FORMAL), indikasi adanya tindakan KKN dan Mark-Up dalam perealisasian kegiatan proyek fisik di Dinas Kesehatan Tanggamus tahun anggaran 2016-2017 antara lain, Indikasi Korupsi Kegiatan TA. 2016 Pengadaan Alat Kesehatan Set Rawat Inap Dengan Nilai Pagu Sebesar Rp. 3.584.000.000. Indikasi Korupsi Kegiatan TA. 2016 Pengadaan Obat Pelayanan Kesehatan Dasar Dengan Nilai Pagu Sebesar Rp. 5.677.882.000.
Selain itu, adanya indikasi korupsi Kegiatan TA. 2016 Peningkatan Puskes Way Nipah Menjadi Puskesmas Rawat Inap Kec. Pematang SAWA dengan Nilai Pagu Sebesar Rp. 3.000.000.000. Indikasi Korupsi Kegiatan TA. 2016 Peningkatan Puskesmas Kelumbayan Barat Menjadi Puskesmas Rawat Inap Kec. Kelumbayan Barat Dengan Nilai Pagu SebesarRp. 3.300.000.000.
Hal yang sama juga terjadi pada Peningkatan Puskesmas Sumanda menjadi Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Pugung Dengan Nilai Pagu sebesar Rp3.000.000.000 TA. 2016. Indikasi Korupsi Kegiatan TA. 2016 Peningkatan Puskesmas Sanggi Menjadi Puskesmas Rawat Inap Kec. Bandar Negri Semuong Dengan Nilai PaguSebesar Rp. 3.300.000.000. Indikasi Korupsi Kegiatan Tahun Anggaran 2017 Pengadaan Alat Kesehatan Puskesmas dan Pustu Dengan Nilai Pagu Sebesar Rp. 1.269.000.000.
Bukan hanya itu, indikasi adanya penyimpangan juga terjadi pada proyek, Kegiatan Pengadaan Pengadaan Obat Pelayanan Kesehatan Dasar Dengan Nilai Pagu Sebesar Rp. 3.237.700.000; Tahun Anggaran 2017. Indikasi Korupsi Kegiatan Tahun Anggaran 2017 Pembangunan Puskesmas Sumberejo Dengan Nilai Pagu Sebesar Rp. 1.400.000.000. Indikasi Korupsi Kegiatan Tahun Anggaran 2017 Rehab BeratPuskesmas Kedaloman, Kecamatan Gunung Alip Dengan Nilai Pagu Sebesar Rp. 800.000.000.
Solidaritas Mahasiswa dan Masyarakat Demokrasi (Somasi), secara tegas akan terus mengawal dan mendesak Kejati Lampung untuk melakukan proses hukum atas temuan ini.
“Kami mendesak Kejati untuk segera merespon temuan ini dengan melakukan langkah-langkah hukum terhadap pihk-pihak yang terkait dalam proses pelaksanaan sejumlah proyek di Dinas Kesehatan Tanggamus ini,” ungkap Ketua Somasi Nopiyanto, saat berkunjung ke kantor Haluan Lampung, Kamis (24/5).
Nopi juga mengaku akan memback up Kejati dalam pemenuhan data temuan dugaan penyimpangan proyek di Dinas Kesehatan Tanggamus. “Kami akan Back Up data ke Kejati,” tandasnya.
Terkait temuan ini, pihak Dinas Kesehatan Tanggamus belum berhasil dikonfirmasi, bahkan Kadiskes Tanggamus saat dihubungi via telepon dalam keadaan tidak aktif. (Tim/JJ).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *