Waspada, Peredaran Upal 

BANDARLAMPUNG, Haluanlampung.com -Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung meminta masyarakat untuk mewaspadai peredaran uang palsu (upal) pada saat melakukan penukaran uang rupiah di tempat tidak resmi.
“Saya mengimbau masyarakat melakukan penukaran uang rupiah ke tempat-tempat resmi seperti bank dan kas layanan keliling BI untuk menghindari upal,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan, Rabu (23/5).

Pihaknya tak menjamin jumlah ataupun keaslian rupiah apabila masyarakat melakukan penukaran uangnya pada jasa penukaran uang di pinggir jalan atau penukaran uang tidak resmi.

Menurutnya, melakukan penukaran uang rupiah di tempat-tempat yang resmi banyak keuntungan yang didapat masyarakat, seperti tidak dikenakan biaya dan keasliannya terjamin.

“Menukar uang di tempat tak resmi pasti ada biayanya dan tidak menjamin sesuai jumlah, keasliannya atau kelayakannya karena itu diluar tanggungjawab kami,” ujarnya.

Budi mengatakan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan jadwal kas keliling yang telah disusun oleh BI bekerjasama dengan perbankan daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam penukaran pecahan uang rupiah.

Ia menjelaskan untuk memastikan bahwa uang rupiah yang diterima adalah asli melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).

“Uang rupiah asli akan memiliki kualitas cetak yang baik, memiliki benang pengaman, terasa kasar apabila diraba, tampak tanda air, gambar tersembunyi, dan rectoverso atau gambar saling isi ketika diterawang ke arah cahaya,” jelasnya.

Ke depan, ia mengharapkan masyarakat tidak akan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan uang tunainya, sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir. (Ant/JJ).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *