BERKACA PADA BARESKRIM, LIPAN OPTIMIS AGENDA INTERPLASI DPRD SETENGAH KOPLING.

Mesuji-Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bahwa banyaknya kasus yang mendera Bupati mesuji mandeg tanpa kejelasan, konon hal tersebut yang mendasari diberikanya label Bupati kebal hukum oleh beberapa masyarakat maupun LSM.

Hal tersebut sebagaimana dikatakan ketua Lembaga Investigasi Penyelamatan Aset Negara (LIPAN) kabupaten Mesuji Iwan Dahri kepada crew media haluanlampung.com pada senin 28/05.

” Jika ada yang menyebutnya kebal hukum saya rasa ya pas lah itu, berapa laporan yang masuk di Bareskrim Polri sampai saat ini mandeg begitu saja, belum lagi yang di kejaksaan bahkan di KPK juga kabarnya ada masuk beberapa laporan tapi ya kita tidak tau saat ini seperti apa, ” terangnya.

Lebih lanjut Iwan Dahri mengatakan bahwa sangat dimungkinkan adanya sebuah kekuatan besar dibelakang orang nomer satu di kabupaten berjuluk bumi ragap begawi caram ini.

” berkaca pada kasus korupsi yang saat ini masih dalam penanganan bareskrim, saya sendiri beberapa kali datang kesana (Bareskrim mabes polri) mempertanyakan hal itu, bahkan info dari penyidik sudah kurang lebih 30 orang pejabat pemda di periksa dengan kerugian negara yang di taksir lebih dari 50 milyar rupiah, tapi ya mana, laporan itu dari masuk sekitar tahun 2015 sampe sekarang nguap aja belum ada kejelasan, ” ujarnya

Sementara saat disinggung terkait adanya beberapa anggota Dprd kabupaten Mesuji yang akan menginterplasi Bupati Mesuji, Ketua Lembaga Sosial Masyarakat Lembaga Investigasi Penyelamat Aset Negara (LSM LIPAN) kabupaten Mesuji ini menyatakan bahwa dirinya optimis pergerakan interplasi tersebut hanya sebatas shockterapy dan bukanlah hal serius.

” saya kok gak yakin sih Dprd serius interplasi, lembaga sekelas ombudsman aja seperti mikir seribu kali kalau mau mengatakan nota dinas itu penyalah gunaan wewenang, sama seperti kejaksaan juga tidak memproses kasus pilkada khamamik, kita bukan gak tau bahwa hingga hari ini bupati mesuji itu menyadang status tersangka pidana pemilu, ini fakta, makanya saya pesimis kalau kawan kawan dprd ini serus interplasi, kayaknya sih setengah kopling, ” lanjutnya.

Meski demikian, Pria yang berdomisili di Desa Buko Poso Kecamatan Way Serdang Kabupaten Mesuji ini masih berharap agar kiranya para anggota Dprd benar benar melaksanakan tugas dan fungsi sebuah lembaga yang dipilih menyarakan aspirasi rakyat.

” ya tidak menafikan kenyataan, saya pun masih berharap kepada rekan rekan yang duduk di kursi legislatif benar benar menjalankan tugas maupun fungsi Dprd secara utuh, jangan cuma gembar gembor interplasi begitu di iming imingi paket seratus dua ratus juta udah pada gembos, jangan begitu, mereka duduk itu mewaikili suara rakyat banyak, jadi lebih dahulukan kepentingan rakyat dan jangan selalu berfikir siapa yang diuntungkan jika benar benar mereka sadar bahwa keberadanya di kursi lembaga itu adalah sebagai wakil rakyat, ” pungkasnya.

(hl/rd)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *