oleh

Khamami Coret Seluruh Kader PDIP Penerima Baperlahu

Haluanlampung.com, MESUJI – Sikap arogansi kembali diperlihatkan Bupati Mesuji Khamami, yang terkenal jarang tidur ini. Tidak tanggung-tanggung, kali ini Khamami mencoret seluruh penerima bantuan program bantuan perumahan layak huni (Baperlahu) bagi kader atau partisan PDIP di Mesuji.

Seperti yang dialami salah seorang warga miskin Dewa Gede Suatnye (34) warga Desa Gedungram, Kecamatan Tanjungraya, Mesuji. Hanya karena dirinya sebagai ketua ranting PDIP Gedungram, namanya dicoret sebagai penerima Baperlahu.
Ternyata bukan hanya dirinya yang menerima diskriminasi, tapi beberapa rekan se kampungnya yang merupakan partisan PDIP juga dicoret sebagai penerima Baperlahu.

“Ya kemarin kan dikumpulkan di Taman Kehati semua yang dapat bantuan, saya sempat kaget karena saya bukan ditanya masalah kesiapan material atau yang berhubungan dengan bantuan rumah, tapi sama pak bupati ditanya kamu partai apa, saya gak mau bohong ya saya jawab PDIP, sudah itu bupati bilang, sudah ini gak bisa, lalu mencoret nama saya,” ungkap Gede, Minggu (3/6), seraya menegaskan mayoritas yang dicoret namanya merupakan warga Bali yang identik dengan PDIP.

Baca Juga :  Gugus Tugas Mesuji Salurkan Bantuan Untuk Pasien Covid-19

“Pokoknya semua yang ditanya bupati terus bilang dari partai PDIP ya dicoret semua, sudah dipastikan gagal menerima bantuan itu. Sampean cari aja, di desa saya ini bukan hanya saya yang gak jadi dapet bantuan tapi banyak kader kader partai PDIP yang lain,” tegas Gede.
Meski kecewa, Gede berharap kepada petinggi petinggi partai berlambang banteng besar dengan mulut putih ini untuk memperjuangkan haknya lantaran namanya telah dicoret berkaitan dengan posisinya sebagai kader militan partai.

“Kalau kecewa itu ya pasti lah mas, namun kami bisa apa? saya hanya berharap semoga bapak dewan terutama yang dari PDIP bisa memperjuangkan nasib kami sehingga kami dapat perlakuan sama seperti masyarakat lain pada umumnya,” harapnya.
Terkait hal itu, Ketua PAC PDIP Tanjungraya, Catur Satono secara tegas menyayangkan sikap Bupati Mesuji Khamami yang dinilai Diskriminasi terhadap warga. Untuk itu, Catur mengaku akan menyampaikan hal ini ke ketua DPC PDIP Mesuji.

Baca Juga :  Pemkab Mesuji Genjot Penyaluran KUR Pada Sektor UMKM

“Sangat disesalkan sikap Khamami ini, saya akan sampaikan persoalan ini ke ketua DPC PDIP Mesuji untuk selanjutnya mengambil sikap atas kejadian ini,” tegas Catur.
Terpisah Kepala Bidang Perumahan Dinas Permukiman Andre Al Rendra, meski membantah hal tersebut namun juga membenarkan adanya perbedaan bagi penerima bantuan. Menurutnya, yang memilih saat Pilkada otomatis diutamakan, dan verifikasi penerima Baperlahu tidak memandang partai apapun.

“Saat Pilkada, yang memilih itu artinya memilih programnya. Jika tidak memilih artinya tidak memilih program itu, yang memilih otomatis diutamakan, tapi bukan berarti yang tidak memilih tidak dibantu,” ucapnya.
Menurutnya, terkait kesiapan material oleh penerima bantuan jika memang dirasa cukup pihaknya tidak akan mencoret nama tersebut.

Baca Juga :  Langkah Antisipasi, Pasien Meninggal Dimakamkan Secara Protokol Covid-19

“Jika persyaratan sudah cukup, ya tidak dicoret, intinya tidak memandang partai apapun, yang datang verifikasi faktual juga belum tentu lulus,” tambahnya.
Andre juga mengaku tidak mengetahui secara detail setiap kejadian saat verifikasi. “Sulit memonitor semuanya, karena banyak dan penerima langsung tatap muka dengan bupati, jadi tidak semua kita tahu,” pungkasnya.

Terkait hal ini, Bupati Mesuji Khamami belum berhasil dikonfirmasi. Meski teleponya diangkat namun dirinya enggan memberikan komentar. “Ini siapa, lagi taraweh,” kata Khamami, saat dikonfirmasi via telepon, Minggu (3/6). (Rls/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed