Beredar Dokumen Calon Kepala Daerah Terlibat Korupsi

JAKARTA, Haluanlampung.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tidak pernah mengeluarkan dan menyebar file dokumen berlogo KPK berisi nama-nama calon kepala daerah yang disebut terlibat korupsi. Lembaga antirasuah memastikan informasi yang tengah beredar di media sosial itu adalah hoax.

“Dokumen PDF dan isinya tersebut tidak benar. Hati-hati dengan informasi palsu yang disebar,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, melalui keterangan tertulis, Minggu (3/6).

Febri memastikan dokumen yang beredar itu tidak benar. “KPK tidak pernah memproses seseorang sebagai calon kepala daerah, hal tersebut sudah kami tegaskan. Karena Undang-Undang mengatur kewenangan KPK memperoses penyelenggara negara,” ujarnya.

Febri menjelaskan, jika KPK telah masuk proses penyidikan dan ada tersangka, maka hal tersebut akan diumumkan secara resmi melalui konferensi pers. “Bukan dengan dokumen pdf seperti itu yang pasti tidak benar,” imbuhnya.

Menurut Febri, sejauh ini KPK telah memproses lebih dari 100 kasus kepala daerah. “Memang ada sebagian yang sedang mencalonkan diri sebagai kepala daerah kembali. Namun hal tersebut, seperti yang sudah ditegaskan sebelumnya, dilakukan hanya dalam koridor hukum,” tuntasnya.

Sebelumnya beredar di media sosial WhatsApp dokumen berformat PDF yang mencantumkan 18 nama calon kepala daerah Pilkada serentak 2018. Tulisan KPK di dokumen itu diketik menggunakan warna hitam dan merah mirip seperti logo KPK.

Dokumen dua halaman itu menuliskan ‘Berikut daftar nama calon kepala daerah Pilkada Serentak 2018 beredar di media sosial yang akan diumumkan Komisi Pemberantasan Korupsi {KPK} karena diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi’. Namun, tak ada kop resmi dalam dokumen tersebut. (pk)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *