Fasmi Bima: Kinerja Bawaslu Berpotensi Picu Konflik

BANDARLAMPUNG, Haluanlampung.com – Kinerja penyelenggaran Pemilu, KPU dan Bawaslu Lampung dipertanyakan. Betapa tidak, meski sejumlah kasus pelanggaran Pilgub Lampung mengemuka namun tidak ada tindakan tegas khususnya dari Bawaslu.
Terkait hal itu, Ketua Baladika Karya, Satgas SOKSI Lampung, Fasmi Bima, meminta KPU dan Bawaslu Lampung untuk bertindak tegas terhadap setiap penglanggaran Pilgub serta menjalankan fungsi sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
“Kalau KPU dan Bawaslu melihat pelanggaran Pilkada sebelah mata, seperti yang dilakukan paslon nomor urut 3 Arinal-Nunik, maka ini akan berpotensi menimbulkan konflik,” tegas Fasmi Bima, saat dhubungi via telepon, Selasa (4/6).
Ditegaskan Fasmi, sejauh ini kinerja dan netralitas Bawaslu masih dipertanyakan. “Ini ada apa dengan Bawaslu, membiarkan terjadinya pelanggaran Pilkada yang dilakukan paslon nomor urut tiga. Sudah jelas-jelas bantuan persoarangan pada paslon itu sudah diatur dalam UU Pemilu, kenapa pihak Bawaslu tidak bertindak terkait bantuan PT SGC Rp31 miliar terhadap paslon nomor urut tiga,” ungkap Fasmi.
Parahnya, bantuan perorangan terhadap paslon Arinal-Nunik ini tidak pernah diaudit. “Kalau bawaslu tidak mau menindak paslon nomor tiga, tidak usah dilaksanakan pemilu menangkan saja nomor urut tiga. Untuk apa membuang-buang uang negara dengan melaksanakan pilkada,” tegasnya.
Terkait pembagian kain sarung oleh paslon Arinal-Nunik, Bawaslu hanya menilai jika itu bukan pelanggaran lantaran nilai sarung itu hanya Rp30 ribu, merupakan indikasi adanya keberpihakan Bawaslu terhadap Paslon nomor urut tiga.
“Jadi jangan samapi nanti masyarakat mengambil sikap brutal terhadap kinerja Bawaslu yang tidak benar, dan bisa terjadi konflik di Lampung hanya gara-gara ambisi sebuah perusahaan. Ini yang kita jaga,” ujarnya.
Untuk itu, Fasmi mengimbau masyarakat Lampung untuk lebih jernih dalam menetapkan pilihan jangan hanya karena untuk kepentingan sebauh perusahaaan masyarakat salah pilih.
“Intinya jangan pilih nomor urut tiga, kalau semua diukur dnegan uang maka hancurlah Lampung ini,” ungkapnya lagi. (Ki/JJ).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *