Puluhan Umat Kristiani Terancam Batal ke Yerusalem 

PESAWARAN, Haluanlampung.com – Israel melarang pemegang paspor Indonesia memasuki wilayahnya, terhitung mulai (9/6), puluhan umat Kristiani dari Kabupaten Pesawaran terancam batal untuk berangkat melakukan wisata religi ke Yerusalem. Hal tersebut dikatakan oleh Kabag Kesosmas Setdakab, Pesawaran Razak saat dihubungi melalui sambungan telponnya, Senin (4/6).

“Memang ada pemberitaan terkait larangan WNI yang masuk ke wilayah Yerusalem, dan hal itu berpotensi gagalnya pemberangkatan umat nasrani melakukan wisata religi,” jelas dia.
Menurutnya, hal itu tentunya berdampak pada kegiatan wisata religi yang telah diprogramkan oleh Pemkab Pesawaran.
“Memang kita ada (program) untuk memberangkatkan 20 orang umat Kristiani melakukan perjalanan religi ke Yerusalem, kalau ada kebijakan larangan ke sana, tentunya akan berpengaruh pada realisasi program tersebut,” ujarnya.
Kendati demikian, kata dia, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pihak travel terkait realisasi program wisata religi tersebut.
“Kita tentunya masih akan berkoordinasi dengan para pihak travel, apakah ada pihak travel yang bisa memberangkatkan kesana atau tidak, tapi kalau tidak ada yang bisa, pastinya kita tidak bisa realisasikan keberangkatan wisata religi itu,” katanya.
Ditambahkannya, jika memungkinkan pihaknya juga memiliki rencana lain untuk tetap merealisasikan program wisata religi bagi umat Kristiani.
“20 orang umat Kristiani itu kan seharusnya berangkat pada akhir tahun, kalau tidak memungkinkan untuk berangkat, nanti kita musyawarahkan lagi dengan umat Kristiani yang akan diberangkatkan, dan jika dianggap urgent, bisa kita tetap berangkatkan ke Vatikan (Italia) tapi memang perlu ada pembahasan lagi mengenai anggaran yang telah ada,” jelas dia.
Ia pun berharap, nantinya akan ada upaya diplomatik, agar umat Kristiani asal Indonesia bisa tetap diberangkatkan melakukan wisata religi ke Yerusalem.
“Mengenai masalah ini kan berkaitan dengan dua negara, kita tidak bisa berbuat apa-apa, tapi harapan kami program ini tetap bisa direalisasikan,” ucap dia.
Diketahui, berdasarkan keputusan yang disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Emmanuel Nahshon bahwa Israel memutuskan untuk menolak masuk pemegang paspor Indonesia ke Negara Israel per tanggal 9 Juni 2018. (Toni/Mus/JJ)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *