oleh

Mendagri Ajak Mahasiswa Antisipasi Radikalisme

-KOTA-19 views

Haluanlampung.com, BANDAR LAMPUNG – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengajak lapisan masyarakat Lampung, khsususnya mahasiswa Universitas Lampung melakukan deteksi dini dan antisipasi melawan radikalisme dan terorisme. Hal tersebut disampaikan Mendagri dalam Stadium General (kuliah umum) di Aula Fakultas Pertanian, Selasa (5/6).

Kuliah umum tersebut bertema “Unila Kampus Kebhinekaan. Dengan Semangat Pancasila, Anti radikalisme dan Intoleransi.”

Tjahjo Kumolo menjelaskan Negara Indonesia adalah negara hukum dan memiliki berbagai aturan. Kekuatan bangsa Indonesia adalah kebhinekaan, dan Indonesia memiliki Pancasila sebagai ideologinya.
“Pancasila adalah perekat bangsa kita. Kalau Pancasila tersebut dijabarkan maka bangsa kita akan dapat saling asah, asih dan asuh,” jelas Tjahjo.

Baca Juga :  Gubernur Kukuhkan 5 Pjs Bupati dan Serahkan Surat Plt Bupati Pesawaran

Sampai saat ini, lanjut Tjahjo, masih ada sekelompok orang yang ingin mengubah dasar negara Pancasila. Ini merupakan tantangan bangsa kita untuk dapat tetap menjaga kesatuan. “Untuk itu, kita harus berani menentukan sikap dalam menentukan kawan dan lawan, serta harus berani melawan siapa saja yang ingin mengubah Pancasila. Karena tugas tersebut bukan hanya tugas polisi, dan pihak keamanan semata, tetapi tugas kita semua sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pjs. Gubernur Lampung Didik Suprayitno menjelaskan bahwa Indonesia dibangun berdasarkan keberagaman yang perlu dipelihara dengan kesamaan dan kesatuan.

“Kita harus memelihara keberagaman tersebut dengan kebersamaan dan kesatuan. Salah satunya yakni dengan melakukan anti radikalisme dan terorisme,” jelas Didik.

Baca Juga :  Rycko - Jos! Optimis Memenangkan Pilwakot

Sementara itu, Rektor Universitas Lampung Hasriadi Mat Akin menjelaskan Indonesia adalah milik bersama, tidak ada satu golongan pun yang mampu mengklaim milik sendiri.

“Indonesia memiliki Pancasila sebagai ideologi terbaik di dunia yang mampu menyatukan ribuan suku bangsa dan agama. Untuk itu, kita bersama harus melawan dan mengantisipasi dini radikalisme dan terorisme,” jelas Hasriadi.

Dalam laporannya Presiden Mahasiswa BEM U KBM Unila, M. Fauzul Adzim, menyampaikan terimakasih kepada Mendagri yang dalam kesibukannya mampu menyempatkan hadir di Provinsi Lampung, khususnya di Kampus Unila dalam Deklarasi Kampus Unila sebagai Kampus Anti Radikalisme dan Terorisme.

“Semoga kegiatan ini mampu membangun Lampung kedepannya, terutama bagi Indonesia,” jelas Fauzul. (ria)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed