Salam Metal Coy….

TAK ada senyum di wajah Tasdi. Ekspresinya cenderung datar. Namun tangan kanan Bupati Purbalingga yang baru tertangkap KPK itu terangkat. Tampak jempol, telunjuk, dan kelingkingnya mengacung, sedangkan 2 jari lainnya ditekuk. Gestur jari itu biasa disebut salam metal.

PDI Perjuangan, partai yang menaungi Tasdi, menyebut sikap kadernya itu memalukan. Namun di lain sisi, apa yang dilakukan Tasdi juga dimaklumi karena posisinya yang baru saja ditangkap KPK.

“Memprihatinkan, menyedihkan, manusiawi,” ujar Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan PDIP Eva Kusuma Sundari, Selasa (5/6).

“Malu dan sedih karena OTT kan sesuatu yang memalukan, nggak sesuai dengan simbol metal yang harusnya dimaknai dengan tekad politik berkeadaban, berisi integritas, moralitas nasionalisme, dan lain-lain. Jadi ada ekspresi yang asimetris dengan konteks,” sambung Eva.

“Tetapi manusiawi, kita paham bahwa dalam situasi emergency, misalnya orang mau tenggelam, maka panik, meraih apa saja untuk jadi pegangan agar nggak tenggelam,” imbuhnya.

Sedangkan, partai politik lain tampak mengecam apa yang dilakukan Tasdi. Seperti disampaikan Ketua DPP Gerindra Habiburokhman yang menilai Tasdi seolah menantang KPK. Untuk itu, dia meminta hak politik Tasdi dicabut karena aksi salam metalnya itu.

“Saya mengusulkan agar gestur koruptor yang tidak menunjukkan rasa menyesal dan malu ketika tertangkap dijadikan alasan pemberat ketika majelis hakim menjatuhkan pidana. Selain itu, koruptor seperti itu juga harus dikenakan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik sebagaimana diatur dalam Pasal 17 dan 18 UU Tindak Pidana Korupsi,” kata Habiburokhman.

“Gestur salam metal yang ditunjukkan Bupati Purbalingga setelah ditangkap KPK dalam OTT kemarin adalah lambang arogansi koruptor. Bukannya malu dan menutup wajah, dia justru seolah menantang KPK dan publik dengan menunjukkan gestur tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Wasekjen Partai Golkar Sarmuji geleng-geleng kepala melihat tingkah Tasdi. Seorang pejabat publik menurut Sarmudi seharusnya memiliki ukuran kepatutan diri.

“Saya tidak habis mengerti mengapa orang yang kena OTT melakukan salam metal, selain karena ukuran kepatutannya sudah hilang,” ujar Sarmuji.

“Khusus untuk yang menjadi tersangka terutama yang terjaring OTT sebaiknya memang tidak berpose yang bisa dipersepsikan menantang publik,” imbuh Sarmuji.

Kecaman lain muncul dari PPP hingga PKB. Sekjen PPP Arsul Sani menyebut Tasdi merupakan akting yang berlebihan, sedangkan Wasekjen PKB Daniel Johan mengatakan apa yang dilakukan Tasdi tak pantas.

“Jangan berakting yang berlebihanlah. Itu tadi ada salam metal-lah atau ketawa lebar dan segala macem,” kata Arsul.

“Tidak pantas,” timpal Daniel.

“Alaminya menunjukkan penyesalan, apalagi bila bisa menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, semua orang tidak sempurna dan memiliki kekurangan,” imbuhnya.

Sementara itu pakar gestur, Handoko Gani, mengamati rekaman peristiwa saat Tasdi datang ke KPK pagi tadi sebelum beraksi salam metal. “Jadi peristiwa ini diawali dengan permintaan seseorang, ‘Buka maskernya itu, aduh, biar tenar dikitlah!’ Barulah dia mengacungkan salam metal,” kata Handoko Gani.

Handoko mengamati, Tasdi mengangkat lengan kanan dan tangannya membentuk salam metal. Lengan kirinya juga diangkat, namun gesturnya tidak membentuk salam metal. Tangan kanan dan kiri tidak selaras.

“Karena di otak banyak emosi dan rasa takut, maka gerakan tubuhnya tidak selaras. Jadi ini bukan gestur perasaan tidak bersalah. Ini bukan juga gestur berani karena benar. Kalau demikian, wajahnya akan senyum, berteriak, tangan kanan dan kiri selaras. Ini tidak demikian,” kata Handoko.

“Ini kemungkinan adalah gestur ‘sok berani’, karena sebenarnya ada rasa takut,” imbuhnya.

Tasdi ditangkap bersama 5 orang lainnya. KPK menyebut Tasdi diduga terlibat transaksi suap berkaitan dengan proyek pembangunan Islamic Center di wilayahnya. Sejalan dengan OTT, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam sejak OTT sebelum menentukan status hukum Tasdi dan 5 orang lain yang turut dicokok. (dc)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *