oleh

Mantap, Ridho Segera Bangun Observatorium

-KOTA-32 views

Haluanlampung.com, BANDARLAMPUNG- Pemprov Lampung sangat menyambut baik peluang pembangunan Observatorium dalam mewujudkan kemandirian Teknologi untuk menjadikan Lampung maju, sejahtera dan berdaya saing.
Gubernur Lampung M Ridho Ficardo menuturkan bahwa, observatorium di Bosca merupakan observatorium yang masih terbilang jaman bambu runcing, maka itu kenapa kedepan di Lampung kita bangun observatorium yang lebih baik dan terbaik yang mampu menggantikan Bosca, jelasnya saat mengelar jumpa pers, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Senin (25/6).
“Kita maksimalkan observatorium Lampung bisa bertahan selama 100 tahun kedepan,yang menjadi central otonomi atau sebagai Kompleks terpadu yang pertama di Indonesia, hanya ada di Lampung,” katanya
Akan menjadi pembangunan sebagai Iconik yang untuk menjadikan sebagai Internasional Icon yang berada di Provinsi Lampung. “Nantinya akan kita jadikan sebagai Icon bukan hanya untuk Asia akan tetapi secara Internasional,” katanya.
Untuk pembangunan tahap awal, kata gubernur, tahap awal Observatorium yang terletak di atas Gunung Betung, akan dibangun 5 unit bangunan terpadu dan ruas jalan sepanjang 12 Km di kawasan seluas 30 hektar.
“Pembangunan Observatorium ini kita perhatikan betul-betul sehingga tidak mengulangi kesalahan seperti observatorium bossca yang mana kurang memperhatikan tata letak pembangunan yang berakibat polusi cahaya. Oleh karenanya 12 KM dari observatorium harus clear,” pungkas Ridho.
Hadir dalam Konferensi pers dalam mewujudkan pembangunan Observatorium, Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Budhi Darmawan, Kepala Dinas Pengairan Edarwan,Kepala Balitbang daerah Irsan Mulyadi, Rektor Itera Ofyiar, Guru besar ITB Prof.Hakim.
Secara otonomi, kata Hakim, Observatorium di Lampung nantinya akan berfungsi bukan hanya di malam hari, akan tetapi bisa digunakan di siang hari. “Ini uniknya, Bosca hanya digunakan di malam hari tidak disiang hari,” kata Hakim.
Rektor Itera Ofyar Z. Tamin, menyatakan bahwa Teropong Bosscha usianya sudah 100 tahun, sudah sangat tua. Selain teknologinya sudah tidak memadai, polusi cahaya juga menjadi faktor yang menghambat teropong bosscha bekerja maksimal.
“Dibangunnya teropong bintang di Lampung oleh Gubernur Ridho menjadi angin segar bagi para astronom. Bukan hanya di Indonesia tapi seasia tenggara, bulan oktober 2018 besok akan berkumpul astronom seasia tenggara untuk melakukan ground breaking. Sedangkan Itera saat ini sudah siap membuka Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan (SAK),” paparnya.
Kepala Dinas PU dan Tata Ruang pemprov Lampung Budhi Darmawan mengatakan, awalnya Pemprov membuka jalan menuju arah lokasi, di tahun 2018 Pemprov Lampung telah menyiapkan anggaran sebesar Rp20 milliar. “Untuk pembangunan jalan kami telah menyiapkan anggaran sebesar Rp23 Milliar pada anggaran APBDP tahun 2018,” jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pengairan Edarwan menambahkan, akses insfrastruktur jalan merupakan dasar pekerjaan sebagai akses jalan, karena persiapan anggaran harus disesuaikan, Selain itu lahan yang telah disiapkan seluas 30 hektar.
Menurut dia, pada mata anggaran perubahan proses kegiatan kelanjutan pembangunan akan terus berjalan, sehingga target selesai tepat waktu di tahun 2019 mendatang. (Ria/JJ).

Tulis Komentar

Baca Juga :  Kapolda Lampung Sosialisasi Maklumat Kapolri Terkait Pilkada Serentak

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed