oleh

Berpotensi ‘Rugikan’ Negara

Proyek BOX Cluvert PUPR Lampung

Haluanlampung.com, BANDARLAMPUNG – Dugaan penyimpangan sejumlah proyek BOX Cluvert yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Lampung tahun anggaran 2017, berpotensi merugikan negara. Betapa tidak, dengan anggaran yang cukup besar, kualitas proyek tersebut dinilai jauh dari standarisasi tehnis. Akibatnya, penggunaan anggaran tidak terserap secara maksimal.
“Jika penyerapan anggaran proyek APBD tidak maksimal, dan cenderung kualitasnya tidak sesuai dengan spesifikasi tehnis tentu sangat berpotensi merugikan negara. Ini harus segera dicegah,” ungkap Direktur Eksekutif Sentral Investigasi Korupsi Akuntabilitas dan HAM (SIKK-HAM) Lampung, Handri Mardinyata, saat dihubungi via telepon, Rabu (18/7).
Menurut Handri, pihak terkait seperti Dinas PUPR Provinsi Lampung, berkewajiban untuk melakukan penghitungan ulang atas menggunaan anggaran proryek ini, apakah sudah sesuai atau belum.
“Jika volume proyek belum sesuai dengan anggaran bisa dilakukan adendum. Langkah ini untuk menekan terjadinya kerugian negara,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, sudah bukan menjadi rahasia umum, jika sejumlah proyek pembangunan yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sarat penyimpangan. Mulai dari proses lelang proyek hingga kualitas selalu menjadi sorotan publik.
Seperti yang terjadi pada sejumlah proyek pembangunan yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Lampung yang menggunakan dana APBD 2017, meski memakan anggaran yang cukup besar, namun kualitasnya sangat meragukan.
Salah satunya pada Proyek Pembangunan Box Cluvert Way Pidada IV, yang berada di Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulangbawang. Berdasarkan hasil investigasi terbuka, kualitas proyek senilai Rp350 juta, yang dikerjakan CV Tirai Structure Indonesia (TSI) ini sangat jauh dari standarisasi pembangunan Box Cluvert.
Selain cor lantai Box Cluvert terlihat kropos dan mengelupas, cor pembuatan tiang leneng juga diduga tidak memenuhi standar mutu, diduga penggunaan bahan material cor seperti semen, pasir dan batu split tidak sesuai dengan spesifikasi tehnis. Pengerjaan proyek ini terkesan asal jadi, pasalnya cor tiang leneng tidak rapi dan diduga menggunakan besi cor yang tidak sesuai ketentuan.
Kondisinya sama juga terjadi pada sejumlah proyek pembangunan Box Cluvet di beberapa lokasi yang tidak jauh dari Way Pidada. Seperti proyek pembangunan Box Cluvert Way Penawar III, Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulangbawang tahun 2017 senilai 750 juta yang dikerjakan CV Ratu Azkia Jaya. Kualitas proyek ini juga tidak jauh berbeda dengan proyek Box Cluvet lainnya,
Selain itu, proyek pembangunan Box Cluvert Way Suhai I, Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulangbawang tahun 2017 , senilai Rp600 juta yang dikerjakan CV Insan Sukses Mandiri. Diduga proyek ini juga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai dengan ketentuan tehnis.
Bukan hanya itu, proyek pembangunan Box Cluvert Way Gedung Aji, Kabupaten Tulangbawang tahun 2017 senilai Rp 600 juta, yang dikerjakan CV Logakata. Pada proyek ini indikasi pengerjaan asal jadi terlihat dari beberapa titik, seperti lantai Box Cluvert keropos. Kondisinya ini juga diduga akibat penggunaan bahan material yang tidaK sesuai ketentuan, akibatnya kualitas cor lantainya tidak maksimal.
Terkait kondisi ini, sejumlah warga sekitar mengeluhkan pengerjaan proyek Box Cluvert yang diduga tidak memenuhi harapan masyarakat.
“Kami juga sangat kecewa dengan kualitas pembangunan Box Cluvert Way Gedung Aji ini. Secara kasat mata saja kualitas proyek ini sangat meragukan, pihak terkait harus melakukan evaluasi ulang terhadap kualitas proyek ini,” ungkap warga setempat, belum lama ini.
Mirisnya, Dinas PUPR Provinsi Lampung, belum mengetahui temuan ini. Selain mengaku baru menjabat sebagai PPK di Dinas PUPR Provinsi Lampung, Budi Setiawan mengaku akan mengumpulkan seluruh PPK untuk mempelajari temuan ini.
“Saya belum mengetahui, sebab saya baru beberapa bulan menjabat sebagai PPK. Nanti akan saya kumpulkan semua PPPK untuk mempelajari temuan ini,” tegas Budi, saat dikonfirmasi, Selasa (17/7). (Tim/JJ).

Tulis Komentar
Baca Juga :  BLT-DD Pekon Baturaja 'Beraroma' Pungli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed