oleh

Yakin Kekuatan Spiritual

Haluanlampung.com – Talenta yang dimiliki desainer modest wear, Vivi Zubedi patut untuk diapresiasi. Kegigihan dan konsistensinya telah berhasil membawa fashion muslim Indonesia ke level internasional. Berkat tangan dinginnya pula, telah lahir ratusan karya busana modestdengan berbagai model dan tema yang ‘out of the box’. Lalu, bagaimana ia mencari inspirasi?

Dilansir dari JawaPos.com belum lama ini, perancang yang akrab disapa Vivi ini mengaku ide cemerlang tersebut berasal dari kebiasaan spiritual yang selalu ia tanamkan. Ia pun percaya bahwa segala pekerjaan yang dilakukan atas dasar meminta ridho Allah, hasilnya pasti menyenangkan.

“Setiap saya mulai melangkah saya mau berpasrah diri dan meminta ke Allah Tawakallah, ‘Ya Allah berikan aku rezeki yang halal dan luas seluas bumi yang Kau ciptakan, tiada yang mustahil bagiMu,” ungkapnya.

Kekuatan spritual itu selalu ia terapkan ketika menciptakan karya. Untuk itu, ia menekankan sebuah pakem yang lebih ketat saat membuat baju hanya karena ingin mengharap ridho Allah. Seperti saat merancang baju abaya, ia dengan jeli memperhatikan segala elemen yang sesuai syariat mulai dari bahan, desain, potongan hingga emblishment.

“Pada saat saya tawakal kepada Allah, apapun itu ketika pasang surut bisnis, misal baju fashion kurang laku atau terjadi krisis dan turunnya omset. Bagi saya atas izin Allah itu gak berarti,” tegas Ibu 3 anak ini.

Kebiasaan spritual tersebut juga ia terapkan dalam manajemen kantor naungannya. Ia memberikan pengertian ke semua pegawai, bahwa penting untuk selalu tawakal dalam hal berbisnis. Menurutnya persoalan omset dan naik turunnya penjualan baju, semuanya sudah ada yang mengatur. Tugasnya hanya berusaha memberikan yang terbaik.

Tak hanya soal spiritual saja, Vivi juga menambahkan bahwa ide-ide tersebut juga kerap muncul dari insting. Ketika ingin menciptakan karya, ia akan melihat segala objek disekitarnya sebagai sumber inspirasi. Contohnya ketika bermain dengan anak anak atau travelling, menurutnya pasti ada poin-poin di setiap sudut yang bisa diambil dan dikombinasikan.

“Ide banyak datang dari insting, saya udah bergelut di bidang ini 7 tahun, jadi kaya terbiasa dengan insting. Oke next season yang akan jadi trend velvet, ada insting kemudian langsung dikembangkan di lingkungan,” tuturnya.

Contoh lain dalam mencari inspirasi, menurutnya adalah lingkungan. Tak ayal saat ia melihat sebuah gedung unik terkadang ia langsung menuangkannya ke dalam moodboard. Setelah itu ia kumpulkan sebagai referensi selama 3 bulan sebelum masuk jadwal produksi untuk koleksi berikutnya.(jp/hl)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed