Video Berlian Mansyur, Sebut Tiga Nama DPD II Golkar

90

Haluanlampung.com, BANDARLAMPUNG – Meski tidak memenuhi pemanggilan panitia khusus (Pansus) money politic, DPRD Provinsi Lampung tetap menayangkan video pengakuan politisi Partai Golkar Kota Bandarlampung Barlian Mansur sebagai bagian dari tim sukses Arinal Djunaidi – Chusnunia Chalim yang diindikasi melakukan praktik money politic di Pilgub Lampung 27 Juni 2018 lalu.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Tim Pansus Money Politic DPRD Provinsi Lampung bersama Ombudsman, Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), dan media massa tersebut, pengakuan yang dilontarkan Barlian Mansyur dalam video youtube berdurasi sekitar delapan menit itu, terungkap skema pembagian sejumlah amplop di Bandarlampung, khususnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dekat kediaman orang nomor satu partai Golkar Provinsi Lampung tersebut.
Bahkan, dalam video tersebut Batin sapaan akrab Barlian Mansyur ini sempat menyebut beberapa nama, seperti Ketua DPD II Partai Golkar Bandarlampung, Yuhadi, Muhidin, Armen hingga Ibu Lee.
Menanggapi ini, Ketua Tim Pansus Pembahasan Money Politic DPRD Lampung, Mingrum Gumay menyampaikan bahwa pihaknya akan kembali memanggil Barlian Mansur dan beberapa nama yang disebutkan dalam video tersebut, di antaranya Yuhadi, Armen, Muhidin hingga Ibu Lee.
“Kita akan undang seluruh nama yang disebutkan supaya cerita Barlian tadi ada tanggungjawabnya dan untuk mencari kebenaran dari keterangan video tersebut,” kata Mingrum, Rabu (25/7).
Selain itu, video yang diputar belum bisa menjadi bukti, tetapi hanya sebagai petunjuk saja.
“Ini menyangkut tindak pidana¸ makanya kita undang. Jika statemen di video berbeda dengan di keterangan langsung, maka yang bersangkutan bisa dituntut,” katanya.
Sementara itu, Hal senada disampaikan oleh Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Lampung yang juga anggota Pansus DPRD Provinsi Lampung Abdullah Fadli Auli mengaku sepakat jika Pansus memanggil seluruh nama yang disebut dalam video tersebut.
“Kita usulkan undang kembali (Barlian), karena bahasa yang disampaikan banyak sekali menyebut nama-nama orang seperti Muhidin, Yuhadi, Armen, hingga Lee, biar bisa kenalan juga dan menanyakan korelasinya,” ucapnya.
Sementara itu, Politisi Partai Golkar Lampung, Ririn Kuswantari mengatakan jika video yang diputar tadi merupakan pengakuan sepihak. “Dalam video tadi ada pengakuan sepihak dan ini perlu dibuktikan dengan berbagai tingkatan termaksud usulan untuk memanggil semua orang yang disebut,” singkatnya. (Ria/JJ).

Tulis Komentar