Zulfa TKI Asal Pringsewu, Tiga Tahun Disiksa Majikan di Malaysia

269

Haluanlampung.com, PRINGSEWU – Kekerasan yang mengarah pada penyiksaan fisik kembali dialami Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Adalah Zulfa Nur Chintia (24) TKI yang berasal dari Dusun Kertasari RT02/RW 02, Pekon Sinar Baru Timur, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, mengaku mengalami penyiksaan oleh majikannya di Malaysia. Bekas penganiayaan juga masih terlihat di sekujur tubuh Zulfa, saat dirinya berhasil pulang, ke kampung halamannya, Rabu (25/7).

Saat diwawancara di kediamannya, Zulfa sempat menunjukan luka memar akibat pukulan benda tumpul di bagian tubuhnya. Menurutnya, luka memar ini akibat pemukulan yang dilakukan majikan perempuannya.

“Selama tiga tahun saya mendapat siksaan dari bos saya tanpa penyebab yang jelas, mau menghubungi keluarga saya tidak dikasih pegang HP. Saya mau dipulangkan pun tidak dikasih tahu, saya di buang di Bandara Palembang dan saya pulang sendiri naik Travel sampai Pringsewu, Pasport dan surat surat semuanya tidak ada yang dikasihkan ke saya pak,” ungkap Zulfa, sambil menangis.
Kedatangan Zulfa yang disambut dengan isak tangis keluarga, membuat orang tuanya berniat melaporkan kejadian ini kepada pemerintah daerah setempat. Dan juga meminta pertanggungjawaban pihak PJTKI yang memberangkatkan Zulfa ke Malaysia.

“ Ini sudah tidak berprikemanusiaan, saya akan laporkan kejadian ini pemeirntah daerah. serta meminta pertanggungjawaban PJTKI yang memberangkatkan Zulfa ke Malaysia,” tegas Kartim, orang tua Zulfa.
Kartim juga memaparkan kondisi Zulafa yang saat ini sangat prihatin dan butuh penanganan medis.

“Saya tidak menyangka anak saya jadi seperti ini, dulu waktu berangkat badan anak saya bagus sekarang hancur. Seluruh badannya penuh bekas luka, dan lehernya tidak bisa menengok ke kiri maupun ke kanan,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Zulfa yang berstatus janda dan punya anak satu yang masih kecil ini, pada bulan 29 Desember 2015 berangkat ke Malaysia melalui PJTKI PT. Mitra Karya Sarana Nusa, yang beralamat di Jalan Lampung Raya No 55, Perum Korpri, Kecamatan Sukarame, Bandarlampung. (Edi/JJ).