MK Mulai Sidangkan Sengketa Pilgub Lampung

96

Haluanlampung.com, BANDARLAMPUNG – Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin, Kamis (26/7) menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan sengketa pilgub Lampung 2018 dengan agenda pembacaan permohonan dari pasangan M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri dan Herman HN – Sutono. Sidang diketuai Hakim Anwar Usman yang juga Ketua Mahkamah Konstitusi.

Pembacaan permohonan dilakukan masing-masing kuasa hukum paslon yang isinya menuntut pembatalan hasil rekapitulasi perolehan suara Pilgub Lampung.

Seperti diketahui dalam Pilgub Lampung pada 27 Juni 2018 lalu, berdasarkan hasil KPU Lampung, pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia memperoleh suara terbanyak.

“Sidang hari ini pembacaan permohonan pemohon dari pasangan calon nomor satu dan dua,” kata Kuasa Hukum KPU Lampung Rozali Umar.

Rozali yang hadir dalam sidang terebut menjelaskan, berdasarkan jadwal MK, sidang selanjutnya dilaksanakan pada 31 Juli mendatang, dengan agenda jawaban dan bukti-bukti dokumen dari KPU selaku termohon.

“Inti jawaban kami (termohon), menangkis dalil-dalil pemohon tentang money politic (politik uang), dana kampanye dan intimidasi terhadap warga,” tegasnya.

Dia menjelaskan, untuk jawaban dan bukti-bukti dari KPU Lampung sudah siap. “Tinggal kami ajukan dan bacakan di sidang 31 Juli nanti,” ujarnya.

Selain itu, pada sidang selanjutnya, MK juga akan menghadirkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung dan Arinal Djunaidi – Chusnunia sebagai peraih suara terbanyak berdasarkan rekapitulasi KPU.

“MK akan memberikan kesempatan kepada Bawaslu untuk menyampaikan keterangan selaku penyelenggara Pemilu dalam pengawasan,” jelasnya.

Terpisah, Komisioner KPU Provinsi Lampung Divisi Hukum M Tio Aliansyah menjelaskan, sidang pendahuluan tersebut hanya berlangsung dua jam. Mulai pukul 09.00 WIB sampai 11.00 WIB

Dengan Majelis Hakim konstitusi Ketua Anwar Usman, Anggota I Dewa Gede Palaguna dan Wahuddin Adams.

“Sidang perdana tadi dengan agenda pembacaan permohonan pemohon dan penambahan alat bukti dari pemohon,” katanya.

Persidangan perselisihan hasil pemilihan (PHP) Pilgub Lampung di Mahkamah Konstitusi akan dilanjutkan pada Selasa, 31 Juli 2018 dengan agenda keterangan termohon dan pihak terkait.

Kuasa Hukum Pasangan Arinal Djunaidi – Chusnunia, Andi Syafrani mengatakan sidang PHP baru pembacaan permohonan. “Sidang selanjutnya Selasa depan untuk termohon (KPUD Lampung) dan pihak terkait (paslon 3),” jelas dia, Kamis (26/7).

Andi menerangkan bahwa sidang PHP hari ini belum putusan. “Belum, putusan dismissal nanti setelah sidang Selasa. Disitu penentuannya lanjut ke pokok perkara atau tidak,” ucapnya.

Alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menjelaskan telah memberikan akta pengajuan keterangan pihak terkait kepada MK baik dalam perkara M Ridho Ficardo – Bachtiar Basri maupun Herman HN – Sutono.

“Kita selaku pihak terkait telah mengajukan keterangan dan bukti tertulis ke Panitera MK hari ini. Ini akan dibacakan nanti di sidang Selasa depan,” tuturnya.

Dia menambahkan pada agenda sidang selanjutnya KPU Lampung akan menyampaikan keterangannya selaku termohon. “Nanti pihak terkait dari kita juga menyampaikan. Kami optimis permohonan paslon satu dan dua tidak dilanjutkan oleh MK,” tandasnya. (rls/iwa).

Tulis Komentar