oleh

Warga eks Pasar Griya ‘Tidur Ngemper’ di Rumdis Walikota

-HEADLINE, KOTA-20 views

Haluanlampung.com, BANDARLAMPUNG – Lantaran sudah tidak memiliki tempat tinggal, sebanyak 34 kepala keluarga korban penggusuran eks Pasar Griya Sukarame, terpaksa “Tidur Ngemper’ (di pinggir) di rumah dinas (Rumdis) walikota Bandarlampung, dengan menggunakan tenda terpal seadanya, Kamis (26/7) malam. Aksi ini sebagai bentuk penolakan penggusuran yang mengarah pada tindakan refresif dari sejumlah anggota Pol PP.

Direktur LBH Bandarlampung Alian Setiadi menjelaskan, pihaknya akan terus mendampingi warga untuk tidur di depan halaman rumah dinas walikota. Saat ini, kata Alian, nasib warga tidak menentu selain kehilangan tempat tinggal juga kehilangan mata pencarian, pasca penggusuran. Bahkan, anak-anak harus putus sekolah.

“Kami mendorong dalam proses ini, agar tergugah walikota BandarLampung Herman HN untuk memberikan solusi terkait pengusuran yang sangat kejam dan tidak manusiawi ini,” tegas Alian, saat ditemui di halaman Rumdis Walikota Bandarlampung Herman HN,
Dijelaskan Alian, warga akan terus bertahan di rumdis walikota, sampai ada penjelasan pihak Pemkot, terkait nasib warga korban penggusuran ini.

Baca Juga :  Proyek RSUD Dinkes Pringsewu Berpotensi Rugikan Negara

” Ada 34 KK yang menginap di sini, seharusnya dalam proses penggusuran itu harus sudah ada solusi untuk warga untuk dialokasikan di rumah susun atau tempat yang lebih layak,” jelasnya.
Terkait aksi ini, pihaknya berharap walikota BandarLampung untuk bisa memikirkan solusi bagi warga korban penggusuran ini.

“Dan kami meminta untuk semua pihak untuk peduli dan mengevaluasi kebijakan ini, karena kalau seperti ini akan menambah citra buruk kota Bandarlampung. Kami bersama warga akan terus bermalan di rumah dinas walikota sampai ada penjelasan pihak Pemkot, terkait nasib warga korban penggusuran ini,” ungkapnya.

LO Herman HN, Rahmat Husein, saat berada di halaman rumah dinas walikota menjelaskan, jika dirinya sudah menyampaikan situasi dan kondisi warga.
“Mudah-mudahan ada ruang dialog antara bapak walikota dan warga sehingga bisa ketemu jalan keluarnya,” tandasnya. (Ria/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed