SBY Percaya Angka Kemiskinan 26 Juta Jiwa

15

Haluanlampung.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) percaya penduduk miskin di Indonesia sekarang 26 juta jiwa. Tapi, dia menilai pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla baru mampu menurunkan angka kemiskinan 1 persen selama tiga tahun memimpin.

“Saya juga percaya bahwa angka kemiskinan sekarang sekitar 26 juta orang, atau 9,82%. Saya juga tahu tak mudah turunkan angka kemiskinan,” kata SBY melalui akun Twitter resminya, Rabu (1/8/2018).

Hal itu disampaikan SBY saat mengklarifikasi soal pernyataannya tentang golongan miskin atau the bottom mencapai 100 juta orang di Indonesia.

Presiden keenam Indonesia itu mengklaim bahwa selama 10 tahun memimpin pemerintahan, sebelum Jokowi naik tahta, dirinya lebih sukses menekan angka kemiskinan.

“Pemerintahan SBY-JK & SBY-Boediono (10 th) berhasil turunkan kemiskinan sebesar 6%. Ini kami capai (a.l) dengan “program pro-rakyat” yg massif,” kicau akun @SBYudhoyono.

“Pemerintah sekarang dalam waktu 3 tahun berhasil turunkan kemiskinan sebesar 1%. Mudah-mudahan hingga akhir 2019 bisa mencapai 3%,” kata SBY.

“Keputusan dan kebijakan pemerintah tersebut (kalau benar) TEPAT. Saya ikut mendukung. Karena berarti negara UTAMAKAN RAKYAT.”

Sebelumnya dalam jumpa pers usai bertemu Prabowo Subianto di Jakarta Selatan, Senin lalu, SBY mengatakan bahwa banyak persoalan bangsa belum diselesaikan pemerintahan sekarang. Salah satunya adalah kemiskinan.

“Golongan orang miskin yang kita sebut dengan the bottom forty, 40 persen kalangan bawah yang jumlahnya sekitar 100 juta orang,” kata SBY.

Angka disebut SBY menuai kontroversi karena dianggap tak sesuai data dirilis BPS. Menurut data BPS angka kemiskinan di Indonesia per Maret 2018 hanya25,95 juta jiwa.

SBY lalu memberikan klarifikasi. “Banyak yang salah mengerti arti “the bottom 40%”, kemudian langsung berikan sanggahan~ ‘Tak benar jumlah penduduk miskin 100 juta orang.”(oz)

Tulis Komentar