Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

80

TANGGAMUS-Pasangan suami istri (Pasutri) warga Pekon Way Kerap, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, tewas setelah diamuk kawanan gajah liar yang masuk di Umbul Hilian Gedang, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, Rabu, (15/8). Terkait kejadian itu, warga meminta pemerintah untuk turun tangan menangani konflik gajah dengan warga yang sering terjadi di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapat wartawan ini, korban diketahui bernama Nasruddin (65) dan Saudah (58) sepasang suami istri yang perprofesi sebagai petani buah jeruk.

Menurut Sekdes Way Kerap Mujairin, kronologis kejadian, pada pukul 02.30 Wib, gerombolan gajah liar mengobrak abrik gubuk Nasruddin, hingga keduanya merangang nyawa, meski Nasrudin sempat dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Sukaraja, namun nyawa Nasruddin tetap tidak bisa ditolong.

“Kami warga meminta agar pemerintah harus menanggani dan menindak lanjuti konflik yang terjadi, sebab kejadian ini bukan untuk yang pertama kalinya, sudah sering terjadi dan banyak masyarakat yang dirugikan baik tanaman dan yang lainnya, bahkan sudah beberapa nyawa melayang.

Saya takut terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan masyarakat berbuat anarkis,” ungkap Mujairin, Rabu (15/8).

Terpisah Kepala Pekon Way Kerap Hafizi, menyesalkan penanganan pemerintah yang diduga membiarkan konflik yang terjadi di kawasan Lampung Barat dan Tanggamus, terkait meraja lelanya gajah liar.

“Ini bukan untuk yang pertama dan kedua kalinya nyawa manusia melayang oleh amukan gajah liar, tetapi pemerintah yang berwenang seperti tidak tau menahu,” ungkapnya.

(Anton/rino/jj)

Gubuk dihuni korban bersama suaminya yang jadi sasaran amukan kawanan gajah liar, Rabu (15/8) dini hari. (FOTO: ANTARA Lampung/Ist-Tim WCS-IP)