oleh

Balak Nilai Kejari Menggala ‘Masuk Angin’

BANDARLAMPUNG-Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Anak Lampung Anti Korupsi (Balak), mempertanyakan kelanjutan proses hukum kasus dugaan penyimpangan beras bantuan korban bencana dan bantuan uang tunai di Kabupaten Mesuji tahun 2017, yang dikelola Dinas Sosial Mesuji.
Balak menilai, proses hukum atas kasus yang dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Menggala pada tanggal 3 September 2017 itu jalan di tempat.

“Kami mempertanyakan kelanjutan kasus bantuan beras dan uang tunai korban bencana di Mesuji yang diduga fiktif. Sudah dilaporkan September 2017 tapi prosesnya tidak jalan. Apa Kejari sudah ‘Masuk Angin’ ini,” ungkap Ketua Balak Herwandi Agusta, saat berkunjung ke kantor Haluan Lampung, Minggu (19/8).

Dijelaskan Herwanda, selain mempertanyakan kelanjutan laporan atas temuan tersebut, pihaknya aakan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Akan tetap kita kawal kasus ini hingga tuntas. Kami juga akan membawa temuan ini ke Kejati Lampung, jika di Kejari Menggala mampet,” tegasnya.

Untuk diketahui, temuan atas bantuan beras dan uang tunai untuk korban banjir Mesuji ini berawala dari Pemkab Mesuji yang mengajukan permintaan beras dari Bulog sebnayak 25.000 Kg yang dipertuntukan bagi korban banjir Mesuji.
Namun, berdasarkan hasil investigasi, pada saat itu, Mesuji tidak sedang mengalami bencana banjir. Bahkan, berdasarkan data penyaluran per kecamatan yang didapat, diketahui di masing-masing kecamatan tidak ada yang mengalami banjir.

Atas dasar temuan itu, Balak melaporkan temuan itu dengan dugaan adanya penyimpangan bantuan beras. (Tim/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed