oleh

Mantan Koruptor Lolos DCS

PESAWARAN -Setelah dinilai tidak ada tanggapan dari masyarakat, akhirnya KPU Pesawaran meloloskan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) Hipni Idris, meski yang bersangkutan pernah tersandung hukum atas kasus dugaan korupsi kredit usaha rakyat (KUR) tahun 2014, dan divonis satu tahun penjara.

Ketua KPU Pesawaran, Aminudin saat diwawancarai awak media terkait lolosnya berkas Hipni Idris dalam daftar calon sementara (DCS) bakal calon legeslatif (DPRD) Kabupaten Pesawaran yang akan bersaing dalam Pileg tahun 2019 mendatang, mengaku bahwa hingga hari ini belum ada tanggapan dari publik.

“DCS sudah diumumkan dan terakhir tanggapan dari publik pada, Selasa (21/8) besok (hari ini). Hingga Senin (20/8) belum ada laporan terakit pengaduan dari masyarakat mengenai bakal caleg yang bermasalah atau tersandung kasus hukum,” kata Aminudin, saat ditemui di ruangan kerjanya, Senin (20/8).

Dia menjelaskan terkait berkas Hipni Idris, semua persyaratan dari partai yang mengusung bersangkutan (PDID) dinyatakan sudah lengkap sehingga masuk dalam DCS, bahkan dalam berkasnya dilapirkan keterangan SKCK dari kepolisian dan tidak pernah tersandung kasus hukum dari pengadilan.

“Yang jelas semua persyaratan sudah lengkap, kami sifatnya menerima berkas dari partai yang mengusngnya lengkap dengan melampirkan SKCK dan keterangan pengadialan bahwa yang bersangkutan bebas kasus hukum maka dimasukan dalam DCS. Jika ada laporan selanjutnya bisa saja dilakukan klarifikasi lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua KPU Kabupaten Persawaran, Amin Udin mempersilahkan awak media mempertanyakan kepada Bawaslu Kabupaten Pesawaran, apakah ada laporan terkait bakal calon legeslatif yang tersandung masalah hukum.

Sementara itu terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Ryan Arnando saat diwawancarai melalui sambungan ponsel mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat terkait anggota atau bakal calon anggota DPRD Kabupaten Pesawaran yang tersandung kasus hukum.

“Sementara ini belum ada laporan yang masuk dari masyarakat. Jika nanti ada laporan maka petugas kami segera melakkan klarifikasi terhadap bakal calon DPRD berdasarkan laporan dari masyarakat itu,” jelas dia.

Diketahui, anggota DPRD Kabupaten Pesawaran, Hipni Idris, yang juga saat ini mencalonkan diri di daerah pemilihan (dapil) IV Kabupaten Pesawaran pernah menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi kredit usaha rakyat (KUR) tahun 2014 telah divonis satu tahun penjara oleh hakim Tipikor Tanjungkarang namun ketika mendaftarkan diri sebagai bakal calon legeslatif dia masuk dalam daftar calon sementara (DCS).

Hipni Idris dinyatakan bersalah melanggar pasal 3 juncto pasal 18 UU Nomor 31 /1999 sebagaimana diubah dan ditambah ke dalam UU nomor 20/2001 tentang tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Hakim menilai Hipni Idris terbukti turut serta membantu melakukan tindak pidana korupsi. (Toni/Mus/JJ)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed