oleh

Bawaslu dan KPU Mesuji Bakal ‘Diuji’ Dua Bacaleg Nasdem

MESUJI-Desakan pembatalan dua Bacaleg Mesuji dari partai Nasdem yang diduga menggunakan ijazah palsu yakni Sumanto dan Elvianah yang pernah menyandang status terpidana terus bergulir. Langkah tegas KPUD dan Bawaslu Mesuji diuji.

“Mestinya Bawaslu tak lagi beralibi yang lain- lain, inikan borok lama. Yang jadi pertanyaan kenapa dulu diloloskan mengingat inisial S saat ini duduk di dewan, ada apa dengan lembaga penyelenggara Pemilu di Mesuji ini,” ungkap Aktifitas Pemuda Mesuji Zain, saat dimintai tanggapan terkait Bacaleg Mesuji bermsalah, Selasa (4/9).

Ditegaskan Zain, jika dirinya bersedia untuk memberikan dukungan moril maupun pemenuhan data terkait dua Bacaleg Nasdem yang bermasalah ini.

“Saya ini warga Wayserdang, insyaallah saya juga paham permasalahan ini, monggo kalau mau diungkap, tapi jangan mlempem kayak yang dulu. Ini jelas kok, kasat mata aja bisa dilihat bahwa tanda tangan itu beda dan kuat dugaan laporan kehilangan oleh oknum S tersebut hanyalah rekayasa,” ungkapnya.

Zain juga secara tegas meminta lembaga Pemilu KPU dan Bawaslu untuk tetap konsisten menjalankan fungsinya dan harus berani mengambil tindakan tegas.

“Bawaslu dan KPU harus tegas dalam melihat persoalan ini,” tegasnya.

Untuk diketahui, dua bakal calon anggota legislatif asal Partai Nasdem Mesuji yang konon mendapat sanggahan atas permasalahan status terpidana dan ijazah palsu ditengarai menimbulkan polemik.

Hal ini terungkap saat tim media mencoba menghubungi pihak Bawaslu Kabupaten Mesuji dimana melalui ketua lembaga tersebut hanya mengakui terdapat satu kandidat yang mendapat sanggahan terkait dugaan ijazah palsu.

” Satu saja dari Partai Nasdem yang ada laporan ke KPUD tentang ijazah palsu, ini kami juga masih mendalami hal itu,” terang Ketua KPUD Mesuji Apri Susanto.

Ditegaskan bahwa keterangan dari pihaknya mengatakan adanya dua kandidat terlapor dari partai dan dapil yang sama, Apri mengatakan belum menerima berkas.

“Satu berkas yang kami terima, kalau yang status terpidana itu belum ada berkas masuk ke kami, yang dugaan ijazah palsu aja baru kemarin kami terima,” imbuhnya.

Di sisi lain, Bawaslu dinilai tidak ada alasan lagi untuk tidak menggugurkan bakal calon anggota legislatif yang terindikasi bermasalah tersebut.

Sementara itu terkait dugaan status terpidana Bacaleg Elvianah, disinyalir pernah tersangkut Pidana Pemalsuan Pupuk Bersubsidi pada Tahun 2012 di wilayah hukum Polres Tulangbawang. (Rado/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed