oleh

Warga Pasar Griya Sukarame Tolak Tawaran Pemkot

BANDARLAMPUNG-Warga korban penggusuran Pasar Griya Sukarame, Bandarlampung secara tegas menolak tawaran dari Pemkot Bandarlampung. Warga menilai, tawaran tersebut tidak merupakan tawaran yang solutif, karena tidak mengakomodir hak-hak warga yang telah dilanggar pasca tergusurnya, terutama hak usaha yang warga butuhkan.
Penanggung Jawab (PJ) Perkara LBH Bandarlampung Muhammad Ilyas, Rabu (5/9) menegaskan, jika pihaknya bersama warga tegas menolak tawaran Pemkot yang dinilai bukan tawaran solutif.
“Warga merasa keberatan terhadap tawaran Pemkot atas relokasi ke rumah susun yang tidak menjawab persoalan hak hidup warga,” ungkap Ilyas.
Untuk itu, kata Ilayas, warga yang didampingi LBH Bandarlampung bersama elemen pendamping (LMND Lampung, SMI Cabang Bandar Lampung, GMNI Bandar Lampung, SP Sebay, FSPMM, FSBKU, menyatakan sikap menolak tawaran yang ditawarkan dalam audiensi bersama DPRD,
Pihaknya akan menempuh jalur penyelesaian lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan demi mendapat keadilan dan terhadap proses yang dilakukan, pihaknya siap untuk menerima segala bentuk konsekuensi logis yang ada.
Ditegaskan Ilyas, jika terdapat tiga poin tawaran pemkot yang bersifat final terhadap warga di antaranya, warga akan direlokasi ke rumah susun (Rusun) yang tersedia dengan jumlah 16 unit di sebaran 3 (tiga) Rusun berbeda yang dimiliki pemkot.
Selanjutnya, bagi warga yang memililki anak yang masih duduk di bangku sekolah, akan dibantu dalam proses pemindahan sekolah yang berdekatan dengan lokasi rumah susun bagi anak-anaknya.
Dan yang terakhir, terhadap pemindahan warga ke rumah susun, akan dibantu dalam hal pengangkutan harta benda warga yang ada dan jika ada warga yang akan pindah keluar Kota Bandar Lampung, Pemkot akan membantu proses pemindahannya.
Penolakan atas tawaran Pemkot ini juga ditegaskan Hasan (40) salah seorang perwakilan warga korban penggusuran Pasar Griya Sukarame. Dirinya secara tegas akan tetap bertahan di halaman kantor DPRD sampai ada solusi yang mampu menjawab persoalan hak hidup warga.
“Kami ini warga Bandarlampung yang merupakankorban dari aksi penggusuran pasar Griya Sukarame. Untuk itu kami meminta pertanggungjawaban Pemkot atas dampak dan akibat yang dialami warga pasca penggusuran,” tegas Hasan. (Ria/JJ).

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed