oleh

Perilaku Konsumtif Masyarakat Sebabkan Rupiah Anjlok

JAKARTA, – Berbagai hal diduga menjadi faktor pendorong melemahnya rupiah terhadap dollar AS. Tidak hanya faktor eksternal berupa dollar AS yang terus menguat, tetapi juga faktor fundamental dalam negeri yaitu transaksi berjalan yang mengalami defisit.

Direktur Investment Strategy Bahana PT TCW Investment Management Budi Hikmat menjelaskan, perilaku konsumtif masyarakat Indonesia turut menyumbang terhadap depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, terutama konsumsi produk impor.

“Ketika kita kaya cara belanja kita keliru, kita beli mobil, motor, properti, padahal sejak tahun 2004 kita bukan negara OPEC. Ketika kita beli mobil atau motor kita kan enggak hanya membayar untuk belanja produk yang keuntungannya ke Jepang saja, tetapi kita lihat 10 tahun terakhir ada tambahan 78 juta kendaraan, meningkat 80 persen.

Baca Juga :  XL Axiata Salurkan 350 Ribu Paket Internet Gratis Untuk Pelajar Lampung

Itu sebabnya defisit minyak jadi 11 miliar dollar AS, meningkat 37 persen,” jelas dia di kantornya, Kamis (6/9/2018). Sebab, besarnya konsumsi impor tersebut turut mendorong terjadinya defisit transaksi berjalan yang melebar menjadi 3 persen terhadap PDB pada kuartal II tahun 2018 ini.

Ditambah lagi, gaya hidup masyarakat seperti kalangan milenial yang senang mengikuti tren barang elektronik terbaru juga ikut membebani neraca perdagangan. Namun dia menjelaskan, pelemahan rupiah kali ini berbeda dengan kondisi tahun 1998 lalu. Sebab, pemerintah dan otoritas terkait telah melakukan langkah antisipasi sehingga tingkat depresiasi pun dapat dijaga.

“Ini bukan mengarah ke krisis yang katalistik, tetapi teguran buat kita supaya bangun dan memperbaiki diri, bahwa kita defisit per PDB naum masih lebih rendah dibanding defisit dahulu,” ujar Budi. kps

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed