oleh

Diduga Pungli Ijazah Paket C di Mesuji, Merajalela

MESUJI-Dugaan pungli terkait ijazah paket C kian menguat, pasalnya setelah heboh terkait pemberitaan tersebut tim medi kembali mendapat info bahwa PKBM mesuji timur melakukan penahanan ijazah yang semestinya di berikan kepada peserta, hal itu dikatakan salah satu peserta asal kecamatan mesuji, yang mana terhitung sejak 2017 silam ijazahnya masih ngangkrak di kediaman EDI Lantaran administrasi yang belum selesai.

” Ya saya belum bisa ambil ijazah lantaran uang adminstrasinya belum lunas, sempat saya cicil sebesar 1 Juta kepada yang bersangkutan, namun karna belum lunas saya belum dapat memiliki ijazah tersebut, ” terang sumber yang enggan namanya dipublikasikan media.

Sementara itu saat di tanyakan kepada EDI ia mengakui bahwa masih ada sekitar 35 Paket ijazah yang masih ngangkrak di rumahnya lantaran tidak di ambil para peserta ujian Paket sejak tahun 2017 lalu, bahkan kami sudah mencoba menghampiri peserta agar menebus ijazahnya, namun sampai saat ini belum ada yang membayar.

Baca Juga :  Kabar Baik, 9 Pasien Positif Covid-19 di Mesuji Kini Dinyatakan Sembuh Total

Sepereti di beritakan di beberapa media sebelum ini, EDI mengakui bahwa Pihaknya sejak 2008 silam setelah melaksakan ujian paket pada waktu itu administrasi yang kami minta sebesar 1 juta rupiah. Kalau sekarang 2,5 hingga 3 juta rupiah dengan jumlah Nilai Uang 14 Miliar paparnya saat di temui di kecamatan mesuji timur.

Ia membeberkan adanya pungutan tersebut lantaran PKBM tidak memiliki anggaran khusus, dulu sempat ada anggarannya namun kalau sekarang kami tidak menerimannya jelasnya lagi.

Ketika di singgung kegunaan anggaran ujian paket EDI mengatakan bahwa anggaran itu di gunakan untuk kegiatan ujian paket, bayar laptop/ komputer hingga bayar guru setiap mapel, tak lupa kami memberikan setoran kepada oknum disdik mesuji sebagai bidang pengawasan dan ucapan terimakasih,

Baca Juga :  Bupati Saply Berikan Bantuan Baperlahu Untuk Dika 'Bocah Penyandang Disabilitas'

Hingga berita ini di terbitkan kegiatan yang sudah berlangsung selama 8 tahun lamanya ini telah memungut setidaknya milyaran rupiah dari para peserta didik ujian paket.

Sementara terkait hal itu belum ada kejelasan serta aturan dan rincian tentang pengelolaan anggaran yang di pungut dari para peserta ujian paket.(tim)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed