Awas! Lampung Tak Luput dari Ancaman

69

ANCAMAN tsunami rubella juga sangat berpontensi tumbuh jangkit di Lampung. Hal ini disebabkan karena secara umum progres pemberian vaksinasi berjalan sangat lamban dan baru mampu mencakup 52,03 persen dari target 95 persen.

Dinas Kesehatan Lampung mengakui masih ada pihak sekolah sebagai sasaran pertama yang belum melaksanakan imunisasi MR. Padahal, Majelis Ulama Indonesia pusat telah mengeluarkan fatwa bahwa hukum imunisasi MR adalah mubah atau boleh, meskipun vaksinya mengandung unsur babi yang hukumnya haram.

MUI Lampung diharapkan ikut campur tangan untuk mendongkrak luasan cakupan vaksinasi yang kedodoran. Salah satu nya melalui maklumat terbaru berisi penjelasan soal haram atau halal sekaligus imbauan kepada masyarakat dan pihak sekolah.
Masih Jauh dari Target

Berdasarkan data yang masuk ke Diskes Lampung sampai Minggu (2/9), capaian imunisasi MR di Lampung baru 52,03 persen. Capaian ini masih jauh dari target sebesar 95 persen.

Tiga daerah yang tertinggi capaiannya adalah Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Tanggamus.

Lambar menempati posisi pertama dengan capaian 69,38 persen. Kemudian Pesisir Barat dengan cakupan 64,77 persen dan Tanggamus 63,62 persen.

Dati stastik yang mengherankan justru terjadi pada dua kota, yakni Bandar Lampung dan Metro. Dua kota ini persentase capaiannya justru paling rendah berkisar antara 36 sampai 37 persen.

@Sangat Berbahaya

Disebutkan, satu anak yang terkena virus Measle Rubella (MR), dapat menularkan virus tersebut kepada 12-18 orang anak lainnya, jika mereka berada dalam satu tempat yang sama.

Karena penularan MR terjadi dari pernafasan dan bersin.

Data Kementerian Kesehatan sejak Januari hingga Juli 2017 mencatat sebanyak 8.099 suspek campak rubella, dengan 1.549 kasus positif Rubella, lalu turun drastis pascaimunisasi, dengan 1.045 suspek campak Rubella, dan 176 kasus positif Rubella. (iwa)