oleh

Geger, Mayat Perempuan Mengapung Pantai Tulungbeliung

TANGGAMUS- Sesosok mayat ditemukan mengambang di Muara Pantai Tulung Beliung Pekon Tebak Bunuk, Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus, Senin (10/9) siang.
Mayat tersebut berjenis kelamin perempuan diperkirakan berusia di bawah 25 tahun di atas 20 tahun, tinggi sekiar 155 cm. Saat ditemukan menggunakan pakaian stylis doubelan dalam kaos putih, atasan terdapat kancing berwarna kuning mas dan di bawah baju luar terdapat renda serta celana panjang.
Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK. M.Si. Kapolsek Kota Agung AKP Syafri Lubis mengungkapkan mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh saksi Asnani (50) warga Pekon Teba Bunuk.
“Sekitar pukul 16.00 Wib, kami mendapatkan informasi adanya dari saksi Asnani kemudian bersama tim gabungan mendatangi TKP,” ungkap AKP Syafri Lubis, didampingi 2 Dokter RSUD Batin Mangunang dr. Robby dan dr. Hendri, di koridor RS setempat, Senin (10/9) malam.
Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi Asnani, dia mengetahuinya mayat tersebut sekitar pukul 13.00 Wib saat hendak memindahkan perahu di muara pantai tersebut.
“Kemudian saksi Asnani, memanggil 2 keponakannya Asmini dan Rohim untuk meneruskan kepada warga lain selanjutnya melaporkan ke Polsek Kota Agung,” ujarnya.
Kesempatan tersebut, Kapolsek Kota Agung menghimbau masyarakat untuk segera menghubungi Polsek Kotaagung.
“Diinformasikan kepada masyarakat yang mengetahui ciri-ciri mayat tersebut dapat menghubungi Polsek Kota Agung,” tandasnya.

Baca Juga :  Pasar Kota Agung Tutup, Security Harapkan Bantuan Kompensasi

Sementara hasil identifikasi mayat wanita anonim yang dilakukan oleh dua dokter dari RSUD Batin Mangunang, yaitu dr. Robby dibantu dr. Hendri. Menurut kedua dokter itu, setelah jasad dibersihkan dari lumpur, tetap tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan.
“Kalau perkiraannya mayat ini sudah berusia lebih dari tiga hari di air. Perkiraan usia, antara 20 hingga 25 tahun. Wajah dan tubuhnya membengkak karena sudah mengalami pembusukan. Kulit jari-jari tangan juga sebagian besar sudah terkelupas. Akibatnya, menyulitkan pihak berwenang untuk memeriksa indentitas melalui finger print (sidik jari),” jelas dr. Robby diamini dr. Hendri.
Saat ini mayat tersebut disemayamkan di ruang jenazah RSUD Batin Mangunang menunggu keputusan pihak berwenang atau keluarga yang mengakuinya. (Anton/Rino/JJ)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed