oleh

Hingga Bapak Tiada, Ernawati Tak Kunjung Pulang

MESUJI HL-Ratapan tangis Sutiah tak henti hentinya sambil menuturkan harapanya supaya cepat dapat mengetahui keberadaan anak perempuanya yaitu Ernawati yang diketahui berangkat kerja menjadi TKW sejak tahun 2007.

” Balik o ndug, bapak mu wes gak enek, anak mu saiki wes gedi, jane awakmu opo gak kangen to, nangendi papan panggonmu ndug, balik-o cah ayu, ” tutur Ibu sutiah dalam bahasa jawa yang artinya kurang lebih demikian, ” pulanglah nak, bapakmu sudah meninggal dunia, anakmu juga sudah besar, dimana tempat mu berada anak ku, pulang ya nak.

Kepediahan atas kerinduan terhadap anak perempuannya dirasakan Sutiah nampak begitu menyayat, dimana hanya ada isak tangis dalam setiap jawabanya manakala tim media mencoba mengorek informasi tentang Ernawati.

Perempuan tua yang kini menghidupi cucunya yang bernama Muhamad Salman tak lain adalah anak Ernawati ini, untuk menopang ekomoninya beliau menjadi buruh penyadap karet milik tetangganya.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran COVID-19, Setiap Kecamatan Diminta Siapkan Tempat Isolasi

” ya kalau untuk makan dan biaya sekolah salman saya nyadap karet mas, itupun bukan karet saya sendiri, saya hanya buruh, sekolah salman ya lumayan kadang dapat bantuan dari pemerintah gak ketang Rp 450.000,00 ya lumayan saya sangat berterimakasih dan bersyukur, ” tuturnya sambil mengusap air mata yang tak henti henti membasahi wajah keriputnya.

Sutiah yang saat ini kurang lebih berumur 65 Tahun mengatakan bahwa dulu sempat memiliki beberapa lahan, namun semua telah habis terjual untuk biaya pengobatan almarhum Halimik Sahwi yang merupakan ayah kandung dari Ernawati.

Saat ditanya terkait keberangkatan Ernawati apakah ada pihak ataupun penyalur resmi dari perusahaan, wanita tua tersebut mengatakan bahwa keberangkatanya bukan sendiri namun ada beberapa teman sekampungnya melalui orang yang bernama Romli (agen penyalur TKW)

” ada kawanya mas, tapi udah pada pulang, dulu berangkatnya juga sama sama yang bawa Romli, ya masih saudara, ada PT nya sebentar tak ambilkan berkas berkasnya, ” ucapnua seraya masuk kedalam mengambil beberapa berkas seperti foto copy pasport dan lain lain.

Baca Juga :  Waspada, Penipuan Pengangkatan CPNS Kembali Terjadi

Dari berkas yang ditunjukan kepada crew media dapat diketahui bahwa Ernawati berangkat melalui PT DUTA WIBAWA MANDA PUTRA (labour supplier & agencies) yang beralmatkan di Jl Garda No 8 Balaikambang, Condet Jakarta 13530.

Sementara saat disingung kapan ada kabar terakhir dari Ernawati, Sutiah mengatakan bahwa sekitar desember 2012 adik dari Ernawati yang bekerja di jakarta mendapat telpon dari ernawati yang mengatakan akan pulang pada bulan februari tahun depan.

” adiknya cerita bahwa dia ditlp Erna sekitar bulan desember beberapa tahun yang lalu mana kala bapaknya masih hidup, Erna mengatakan akan pulang pada bulan februari, namun erna juga mewanti wanti adiknya untuk tidak memberitahu siapapun, ” ujar Sutiah pada Rabu 12/09.

Baca Juga :  MELAWAN ARUS: Ramai Desakan Tunda Pilkada, Jokowi Bilang TIDAK

Meski hidup dibawah garis kemiskinan, Sutiah tak putus asa dalam membesarkan Salman.
Begitu besar harapan wanita tua tersebut agar Salman dapat segera dipertemukan oleh ibunya, iapun mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak pihak yang telah peduli atas nasib anak serta cucunya.

Disisi lain pihak Dinas tenaga kerja fan transmigrasi (Disnakertans) kabupaten mesuji saat dikonfirmasi mengtakan akan mendalami dan sibisa mungkin membantu melacak keberadaan Ernawati meskipun dirasa ada beberapa kendala.

” Saat itu masih tulang bawang, mesuji belum kabupaten sendiri, maka kami akan telusuri, dan secepatnya akan kami sampaikan pada publik, ” Terang Arif arianto selaku sekretaris Disnakertrans.

Namun sayangnya hingga berita ini diturunkan, Romli selaku pihak agen penyalur Tenaga Kerja Wanita belum bisa dikonfirmasi.

(hl/rd)

Tulis Komentar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed